Iran Batasi Kapal di Selat Hormuz: Maksimal 12 per Hari, Biaya Bisa Tembus Rp34 Miliar


 Iran Batasi Kapal di Selat Hormuz: Maksimal 12 per Hari, Biaya Bisa Tembus Rp34 Miliar Ilustrasi Kapal tanker melintas di Selat Hormuz Iran ANTARA/Anadolu/py

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali berdampak pada jalur perdagangan global. Iran kini membatasi jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz hanya sekitar 12 kapal per hari.

Tak hanya itu, biaya yang harus dibayar pun tidak kecil. Untuk kapal tanker raksasa, tarif melintas bisa mencapai 2 juta dolar AS atau sekitar Rp34,2 miliar per kapal.

Kebijakan ini dilaporkan oleh The Wall Street Journal, yang menyebut para pemilik kapal dari berbagai negara saat ini tengah melakukan negosiasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) agar tetap bisa melintas di jalur strategis tersebut.

Akses Ketat dan Jalur Khusus

Tidak semua kapal bisa bebas melintas. Iran disebut menerapkan sistem seleksi ketat, di mana kapal yang diizinkan harus mengikuti jalur khusus serta mengantongi izin resmi dari otoritas terkait.

Langkah ini menunjukkan kontrol Iran yang semakin kuat terhadap Selat Hormuz—jalur vital yang selama ini menjadi urat nadi distribusi energi dunia.

Gencatan Senjata dan Pembukaan Kembali

Di tengah kebijakan pembatasan tersebut, ada sedikit angin segar. Pada Rabu (8/4/2026) malam, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, kemudian menyatakan bahwa Selat Hormuz kembali dibuka untuk aktivitas pelayaran dilansir Antara.

Jalur Vital Energi Dunia

Selat Hormuz bukan jalur biasa. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, produk petroleum, hingga gas alam cair (LNG) melewati wilayah ini setiap harinya.

Karena itu, setiap kebijakan pembatasan atau gangguan di Selat Hormuz berpotensi memicu lonjakan harga energi global dan mengganggu stabilitas ekonomi internasional.

Dengan pembatasan jumlah kapal dan biaya yang tinggi, dunia kini menyoroti bagaimana kebijakan Iran ini akan memengaruhi rantai pasok energi dalam waktu dekat.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru