Survei Terbaru: Separuh Warga Amerika Mulai Meragukan Mimpi Besar ‘American Dream‘


 Survei Terbaru: Separuh Warga Amerika Mulai Meragukan Mimpi Besar ‘American Dream‘ Arsip foto - Bagian luar Gedung Putih, di Washington, D.C., Amerika Serikat, Selasa (4/11/2025). ANTARA/Xinhua/Hu Yousong/aa.

WASHINGTON, ARAHKITA.COM – Kepercayaan warga Amerika Serikat terhadap konsep American Dream atau keyakinan bahwa kerja keras akan membawa seseorang menuju kesuksesan tampaknya semakin memudar. Survei terbaru menunjukkan semakin banyak warga AS yang meragukan bahwa impian tersebut masih relevan di era sekarang.

Jajak pendapat yang dilakukan oleh The Associated Press (AP) bersama NORC Center for Public Affairs Research mengungkap perubahan signifikan dalam cara masyarakat Amerika memandang negaranya maupun peluang untuk meraih kehidupan yang lebih baik.

Hasil survei yang dirilis pada Senin (8/6/2026) menunjukkan sekitar 30 persen responden meyakini ada negara lain yang lebih baik dibandingkan Amerika Serikat. Angka ini meningkat cukup tajam dibandingkan survei serupa pada 2016, ketika hanya 19 persen responden yang memiliki pandangan tersebut.

Sementara itu, sebanyak 44 persen responden menilai Amerika Serikat merupakan salah satu negara hebat di dunia, namun bukan satu-satunya. Satu dekade lalu, pandangan ini dipegang oleh 55 persen responden, menunjukkan adanya penurunan rasa keistimewaan terhadap posisi AS di mata warganya sendiri.

Temuan yang paling mencolok adalah soal American Dream. Sekitar separuh responden mengatakan bahwa gagasan bahwa kerja keras pasti berujung pada kesuksesan sudah tidak lagi berlaku saat ini.

Sebanyak 34 persen responden berpendapat bahwa American Dream pernah menjadi kenyataan bagi banyak orang di masa lalu, tetapi kini semakin sulit dicapai. Sementara itu, 15 persen lainnya bahkan meyakini konsep tersebut sejak awal memang tidak pernah benar-benar berhasil diwujudkan.

Generasi Muda Paling Pesimistis

Perbedaan pandangan terlihat jelas ketika hasil survei dibedakan berdasarkan kelompok usia. Hanya 22 persen warga Amerika berusia di bawah 30 tahun yang masih percaya bahwa American Dream dapat diraih.

Sebaliknya, optimisme lebih tinggi ditemukan pada kelompok usia yang lebih tua. Sebanyak 46 persen responden berusia di atas 60 tahun masih meyakini bahwa impian tersebut tetap mungkin diwujudkan.

Kesenjangan pandangan antargenerasi ini mencerminkan tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat muda Amerika saat ini. Banyak responden mengaitkan menurunnya keyakinan terhadap American Dream dengan tingginya biaya hidup, harga rumah yang terus meningkat, serta semakin sulitnya membangun karier yang stabil dikutip Antara.

Bagi sebagian warga, kondisi ekonomi saat ini membuat jalur menuju kehidupan yang lebih sejahtera terasa jauh lebih berat dibandingkan generasi sebelumnya.

Survei AP-NORC tersebut dilakukan pada 16–20 April 2026 melalui wawancara daring dan telepon terhadap 2.596 orang dewasa di Amerika Serikat. Survei ini memiliki margin of error sekitar 2,6 persen.

Fenomena ini menunjukkan bahwa konsep American Dream yang selama puluhan tahun menjadi simbol optimisme dan mobilitas sosial di Amerika kini menghadapi tantangan besar. Bagi banyak warga, terutama generasi muda, kerja keras saja dinilai tidak lagi cukup untuk menjamin masa depan yang lebih baik.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru