Iran Belum Putuskan Kesepakatan Damai dengan AS, Proses Kajian Masih Berlangsung


 Iran Belum Putuskan Kesepakatan Damai dengan AS, Proses Kajian Masih Berlangsung Ilustrasi - Amerika Serikat dan Iran. /ANTARA/Anadolu/py.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah Iran menegaskan bahwa keputusan akhir terkait memorandum kesepakatan yang tengah dinegosiasikan dengan Amerika Serikat masih belum ditetapkan. Berbagai aspek dalam rancangan perjanjian tersebut masih dikaji secara mendalam oleh para ahli dan pengambil kebijakan di Teheran.

Menurut sumber yang mengikuti perkembangan negosiasi, Iran hingga kini belum memberikan persetujuan final terhadap proposal yang diajukan dalam proses diplomasi tersebut.

“Iran belum mengumumkan keputusan final mengenai memorandum kesepakatan yang diusulkan,” ujar sumber tersebut kepada kantor berita Fars, Minggu (14/6/2026).

Sumber itu menjelaskan bahwa pembahasan masih berlangsung dengan fokus pada aspek politik, hukum, dan teknis yang terkandung dalam dokumen kesepakatan. Seluruh poin penting dinilai perlu ditelaah secara menyeluruh sebelum keputusan resmi diumumkan.

Laporan Fars menyebutkan bahwa pembicaraan saat ini berlangsung di berbagai tingkatan, mulai dari tim ahli hingga para pengambil keputusan tertinggi di Iran.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan melalui platform Truth Social bahwa kesepakatan dengan Iran dijadwalkan dapat ditandatangani pada Minggu (13/6/2026).

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Pakistan diketahui berperan sebagai mediator dalam perundingan antara Washington dan Teheran. Sharif bahkan menyebut peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu 24 jam ke depan cukup besar.

Namun demikian, pihak Iran menepis kemungkinan penandatanganan perjanjian dilakukan pada hari yang sama. Meski begitu, Teheran tidak menutup peluang bahwa dokumen tersebut dapat disepakati dalam beberapa hari mendatang apabila seluruh pembahasan berjalan sesuai rencana.

Fokus Perundingan Iran dan Amerika Serikat

Diplomasi yang dimediasi Pakistan ini memiliki beberapa agenda utama. Selain bertujuan mengakhiri ketegangan yang telah berlangsung lama antara Iran dan Amerika Serikat, perundingan juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas pelayaran internasional serta penyelesaian isu terkait program nuklir Iran.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi dunia. Karena itu, perkembangan perundingan ini terus mendapat perhatian komunitas internasional dikutip Antara.

Sejumlah pejabat Iran sebelumnya mengungkapkan bahwa sebagian besar isi rancangan kesepakatan sebenarnya telah memperoleh persetujuan dari kedua belah pihak. Meski demikian, mereka menilai proses negosiasi berjalan lebih lambat karena adanya perubahan sikap dan pernyataan dari pihak Amerika Serikat yang dianggap tidak konsisten.

Hingga saat ini, dunia internasional masih menunggu keputusan resmi dari Teheran terkait nasib kesepakatan yang disebut-sebut berpotensi membuka babak baru hubungan Iran dan Amerika Serikat setelah bertahun-tahun diwarnai ketegangan politik dan keamanan

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru