Loading
Juru Bicara Kementerian China Lin Jian (ANTARA
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan Beijing menyambut baik tercapainya kesepakatan tahap awal antara kedua negara tersebut, serta mengapresiasi peran mediasi yang dilakukan oleh Pakistan.
"China menyambut baik kesepakatan antara AS dan Iran yang sama-sama sepakat untuk menandatangani dokumen nota kesepahaman tahap pertama. Kami juga mengapresiasi upaya mediasi Pakistan," kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing Senin (15/6/2026).
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan dengan Iran telah rampung. Ia juga menyebut bahwa Selat Hormuz kini kembali dibuka setelah blokade Angkatan Laut AS dicabut.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak!" tulis Trump melalui platform Truth Social.
Ia juga menyatakan telah mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan biaya serta mencabut blokade militer yang sebelumnya diberlakukan.
Meski demikian, Trump tidak memaparkan detail isi kesepakatan maupun mekanisme implementasi dari perjanjian tersebut.
Menanggapi hal itu, Lin Jian menegaskan bahwa China berharap seluruh pihak dapat tetap berkomitmen pada solusi damai melalui jalur dialog dan negosiasi.
Baca juga:
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Akan Ditandatangani Minggu, Selat Hormuz Siap Dibuka"Kami berharap dokumen tersebut akan ditandatangani sesuai dengan jadwal yang disepakati dan semua pihak terkait akan tetap berkomitmen pada solusi damai dan menyelesaikan masalah melalui dialog dan negosiasi," ujarnya.
China juga menegaskan kesiapannya untuk terus berkoordinasi dengan negara-negara kawasan dan komunitas internasional demi menjaga stabilitas di Timur Tengah, khususnya wilayah Teluk.
Menurut Lin Jian, pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan kepentingan bersama komunitas internasional karena jalur tersebut memiliki peran vital dalam perdagangan global.
"Kami berharap selat tersebut akan kembali aman untuk lalu lintas bebas dalam waktu dekat," tambahnya.
Ia juga menyinggung bahwa China sejak awal konflik telah mendorong penyelesaian damai, termasuk melalui empat inisiatif yang diajukan Presiden Xi Jinping untuk stabilitas kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, pihak Iran melalui Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi menyebut bahwa penandatanganan kesepakatan dengan AS akan dilakukan di Swiss pada Jumat (19/6).
Ia juga menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut mencakup penghentian operasi militer di berbagai front serta komitmen Iran terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Namun, dari pihak Israel, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir menyatakan bahwa kesepakatan antara AS dan Iran tidak mengikat bagi Israel, menandakan masih adanya dinamika geopolitik yang belum sepenuhnya mereda di kawasan tersebut.