Volkswagen Bakal Pangkas 50.000 Karyawan hingga 2030, Produksi di Eropa Ikut Dikurangi


 Volkswagen Bakal Pangkas 50.000 Karyawan hingga 2030, Produksi di Eropa Ikut Dikurangi Dokumentasi - Sejumlah orang lewat di depan logo Volkswagen menjelang Shanghai Auto Show, di Shanghai, Cina (15/4/2019). (ANTARA/REUTERS/Aly Song/am.)

MOSKOW, ARAHKITA.COM – Produsen otomotif Jerman, Volkswagen berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 50.000 karyawan hingga tahun 2030 sebagai bagian dari langkah restrukturisasi dan efisiensi perusahaan.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh CEO Volkswagen, Oliver Blume, dalam rapat umum pemegang saham tahunan perusahaan, sebagaimana dilaporkan kantor berita Jerman DPA pada Kamis (18/6/2026).

Menurut laporan tersebut, merek utama Volkswagen akan menjadi unit yang paling terdampak dengan pengurangan sekitar 35.000 karyawan hingga 2030. Selain memangkas tenaga kerja, perusahaan juga berencana mengurangi kapasitas produksi di pabrik-pabrik Eropa sebanyak 500.000 unit kendaraan per tahun dalam periode yang sama.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari program efisiensi yang lebih luas. Sebelumnya, Volkswagen telah menyetujui rencana untuk memangkas kapasitas produksi hingga satu juta kendaraan per tahun pada 2028.

Langkah restrukturisasi ini mencerminkan tantangan yang tengah dihadapi industri otomotif global, termasuk meningkatnya persaingan kendaraan listrik, biaya produksi yang tinggi, serta perlambatan permintaan di sejumlah pasar utama.

Sementara itu, majalah bisnis Jerman Manager Magazin pada awal Juni melaporkan, berdasarkan sumber internal perusahaan, bahwa enam dari sembilan anggota dewan direksi Volkswagen menyuarakan kekhawatiran terhadap masa depan perusahaan. Laporan tersebut menyebutkan adanya kekhawatiran bahwa Volkswagen dapat menghadapi risiko penutupan jika tidak segera melakukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan daya saing.

Meski demikian, hingga kini Volkswagen belum mengumumkan rincian lebih lanjut mengenai lokasi pabrik yang akan terdampak maupun skema pelaksanaan pengurangan tenaga kerja tersebut.

Rencana efisiensi besar-besaran ini menjadi salah satu langkah paling signifikan dalam sejarah Volkswagen dan diperkirakan akan memengaruhi operasional perusahaan di berbagai negara Eropa dalam beberapa tahun mendatang.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru