Tarif Baru AS 25% untuk Mobil Eropa, Kanselir Jerman: Ini Pukulan Serius bagi Uni Eropa


 Tarif Baru AS 25% untuk Mobil Eropa, Kanselir Jerman: Ini Pukulan Serius bagi Uni Eropa Pemimpin konservatif Jerman Friedrich Merz terpilih sebagai kanselir Jerman. (Foto: Anadolu/metrotvenews)

BERLIN, ARAHKITA.COM – Kebijakan tarif baru dari Amerika Serikat kembali mengguncang hubungan dagang transatlantik. Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menyebut langkah Presiden AS Donald Trump sebagai “pukulan” bagi seluruh Eropa.

Pernyataan ini muncul setelah Washington mengumumkan rencana penerapan tarif sebesar 25 persen terhadap mobil dan truk asal Uni Eropa. Kebijakan tersebut dijadwalkan mulai berlaku dalam waktu dekat dan menjadi salah satu eskalasi terbaru dalam konflik dagang kedua kawasan.

Menurut Merz, langkah tersebut mencerminkan tekanan serius dari Amerika Serikat terhadap Eropa. Namun, ia juga menilai situasi ini masih bisa diselesaikan melalui jalur diplomasi.

“Ia ingin memberikan tekanan kepada seluruh Eropa,” ujarnya dalam wawancara dengan ARD. Meski begitu, Merz menegaskan tidak ingin membesar-besarkan konflik ini.

Kesepakatan yang Tertunda Jadi Pemicu

Merz menjelaskan bahwa kebijakan tarif tersebut tidak muncul tanpa alasan. Ia menilai pemerintah AS mulai kehilangan kesabaran karena kesepakatan bea cukai yang sebenarnya telah dicapai pada Agustus tahun lalu belum juga difinalisasi oleh pihak Eropa.

Menurutnya, Amerika Serikat telah siap menjalankan kesepakatan tersebut, sementara Uni Eropa masih terus mengajukan syarat tambahan.

Situasi ini membuat ketegangan semakin meningkat, terutama karena sektor otomotif merupakan salah satu tulang punggung ekonomi Eropa.

Upaya Diplomasi di Forum Global

Meski kondisi memanas, Merz tetap optimistis solusi bisa ditemukan. Ia menyebut akan ada sejumlah kesempatan penting untuk membahas isu ini langsung dengan Trump dalam forum internasional tahun ini.

Beberapa agenda yang dinilai krusial antara lain pertemuan G7 di Prancis pada Juni dan KTT NATO di Turki pada Juli. Forum-forum ini diharapkan menjadi ruang negosiasi untuk meredakan ketegangan dikutip Antara.

Konflik Lama yang Kembali Menguat

Hubungan perdagangan antara Eropa dan Amerika Serikat memang bukan tanpa masalah. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua pihak saling memberlakukan tarif—terutama pada komoditas baja dan aluminium.

Meski sempat ada upaya pelonggaran, isu tarif di sektor otomotif tetap menjadi titik rawan yang belum terselesaikan.

Kebijakan terbaru ini pun memicu kekhawatiran luas di Eropa. Banyak pihak menilai langkah tersebut berpotensi memperburuk konflik dagang, sekaligus berdampak pada industri otomotif dan lapangan kerja di kawasan tersebut.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru