Asap tebal membubung dari kebakaran hutan di pinggiran Thessaloniki, Yunani, Minggu (5/7/2026). ANTARA FOTO/Xinhua/Vasilis Ververidis/bar.
JAKARTA, ARARHKITA.COM - Gelombang panas kembali menguji Yunani. Dalam beberapa hari ke depan, suhu udara di sejumlah wilayah diperkirakan melonjak hingga mencapai 41 derajat Celsius, memicu kewaspadaan tinggi terhadap risiko kebakaran hutan.
Di tengah cuaca yang semakin ekstrem, petugas pemadam kebakaran juga masih berjibaku mengendalikan sejumlah titik api, termasuk di Pulau Salamis yang berada di dekat Athena. Pemerintah setempat pun mengambil langkah antisipasi dengan mengevakuasi warga dari kawasan yang dianggap berisiko.
Berdasarkan informasi dari dinas meteorologi nasional Yunani, cuaca panas mulai terasa sejak Sabtu (18/7/2026) dan diperkirakan mencapai puncaknya pada Senin hingga Selasa (20-21/7/2026). Wilayah daratan Yunani serta Pulau Kreta diprediksi menjadi kawasan dengan suhu tertinggi.
Observatorium Nasional Athena mencatat, suhu di atas 40 derajat Celsius untuk pertama kalinya pada tahun ini terjadi di Kota Konitsa, Yunani barat laut, dengan angka mencapai 40,4 derajat Celsius.
Sementara itu, suhu 39,3 derajat Celsius tercatat di Sparta. Adapun Petrokefali di Pulau Kreta dan Farsala di Yunani tengah masing-masing mencatat suhu sekitar 38,9 derajat Celsius, sebagaimana dilaporkan media nasional ERT.
Meteorolog memperkirakan kondisi paling panas akan terjadi pada Senin dan Selasa. Di sejumlah wilayah daratan serta Pulau Kreta, suhu berpotensi berada di kisaran 40 hingga 41 derajat Celsius.
Setelah itu, suhu diperkirakan mulai menurun secara bertahap. Yunani bagian utara diprediksi mulai merasakan penurunan suhu pada Rabu (22/7/2026), sebelum kondisi lebih sejuk meluas ke seluruh negeri pada Kamis (23/7/2026).
Kebakaran Hutan Berhasil Dikendalikan
Di tengah cuaca ekstrem, petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan kebakaran hutan di kawasan Selinia, Pulau Salamis, yang terletak di sebelah barat Athena.
Meski demikian, api sempat kembali muncul di bagian selatan area yang terbakar. Otoritas segera mengerahkan pesawat pemadam kebakaran sehingga kobaran api kembali berhasil dikendalikan.
Sebelumnya, api sempat merambat ke kawasan hutan yang berada dekat permukiman warga. Medan yang terjal membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit, sementara asap tebal menyelimuti sebagian wilayah sehingga petugas terus disiagakan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Wali Kota Salamis, Giorgio Panagopoulos, memastikan seluruh warga dan wisatawan yang berada di kawasan Panorama A dan Panorama B telah dievakuasi sebagai langkah pencegahan. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam proses evakuasi tersebut dikutip Antara.
Kebakaran Lain Muncul di Yunani Utara
Di sisi lain, kebakaran hutan juga dilaporkan terjadi di kawasan hutan dekat Rodolivoi, wilayah Serres, Yunani utara.
Sebanyak 20 personel pemadam kebakaran bersama delapan unit mobil pemadam dan mobil tangki air dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api.
Menurut otoritas setempat, lokasi kebakaran berada jauh dari kawasan permukiman maupun infrastruktur vital. Tim investigasi kini juga tengah menyelidiki penyebab munculnya kebakaran tersebut.