Loading
Gempa Jepang. (Foto: iNews)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Satu minggu sejak gempa mengguncang Prefektur Ishikawa, Jepang, jumlah orang yang hilang meningkat tiga kali lipat, dari 103 menjadi 323 orang. Demikian juga korban meninggal, dilaporkan sudah mencapai 168 orang.
Pihak berwenang Jepang seperti dilaporkan The Japan Times, mengatakan, salju turun terus-menerus, sehingga mempersulit upaya bantuan. Dari 168 jumlah korban, 70 orang ada di Kota Wajima dan Suzu, dua daerah yang terdampak paling parah.
Badan Meteorologi Jepang pada hari Senin (8/1) memperingatkan kemungkinan gempa kuat masih bisa melanda daerah tersebut sampai bulan depan (Februari).
“Jumlah gempa bumi secara keseluruhan telah berkurang, namun jumlah gempa bumi masih tetap tinggi dibandingkan dengan gempa Niigata-Chuetsu pada tahun 2004 dan gempa Kumamoto pada tahun 2016,” kata pejabat Badan Meteorologi Jepang Shinya Tsukada dalam konferensi pers.
Tsukada mengatakan, meskipun kemungkinan terjadinya gempa lain dengan kekuatan yang sama telah berkurang, namun aktivitas seismik masih terus berlanjut.
“Untuk sebulan ke depan, waspadai gempa dengan intensitas seismik maksimum magnitudo 5 atau lebih,” ujarnya.
Sementara itu, badai salju masih berlangsung hingga mempersulit upaya pemberian bantuan. Meski puncak hujan salju lebat telah berlalu di Semenanjung Noto, namun, pihak berwenang memperingatkan penurunan suhu dan akumulasi salju dapat menyebabkan runtuhnya l bangunan-bangunan yang sudah tidak stabil akibat gempa kuat dan gempa susulan.
Baca juga:
Korban Gempa Jepang Terus BertambahDi kota Anamizu, NHK melaporkan Senin (8/1), tujuh orang dipastikan tewas pada hari Minggu (7/2) setelah tanah longsor yang dipicu oleh gempa pada tahun baru menghancurkan dua rumah, menewaskan total 14 orang.
Curah hujan, termasuk salju setebal lebih dari 10 sentimeter di beberapa daerah telah meningkatkan risiko tanah longsor. Kondisi tersebut menyulitkan tim penyelamat yang ingin pergi ke daerah-daerah terpencil untuk memberi bantuan.
Otoritas perfektur menyebutkan, lebih dari 3.300 orang di 24 distrik di kota-kota besar dan kecil masih belum bisa menerima bantuan, menyusul kerusakan akibat gempa dan sekitar 1.000 tanah longsor yang merusak jalan-jalan di daerah Noto.
Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan, kelompok kecil Pasukan Bela Diri telah dikirim ke daerah terpencil dengan berjalan kaki, untuk memberikan bantuan dan mengevakuasi penduduk yang terlantar.
Selain itu, helikopter militer, polisi dan pemadam kebakaran juga telah dikerahkan. Jumlah pasukan yang dikirim untuk membantu misi bantuan menjadi 6.100 orang, melibatkan sembilan kapal dan 40 pesawat. Jumlah tersebut merupakan tambahan dari polisi dan petugas pemadam kebakaran yang dikerahkan dari seluruh negeri.
Badan Meteorologi juga telah memperingatkan masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap cuaca dingin, karena sekitar 18.000 rumah masih tanpa aliran listrik hingga Senin sore.
Pihak berwenang di Ishikawa mengatakan, lebih dari 28.000 orang masih berada di 400 tempat penampungan di seluruh prefektur.
Pada hari Senin, tempat penampungan sementara dengan 250 tenda dan kapasitas maksimum 500 orang di sebuah gimnasium di kota Kanazawa mulai menerima pengungsi, dengan memprioritaskan mereka yang berkebutuhan khusus, termasuk orang lanjut usia dan wanita hamil. Pengungsi akan tinggal di sana sampai akomodasi lain, seperti hotel, tersedia.