Gempa Taiwan: Lebih dari 600 Orang Masih Terjebak di Taman Nasional Hualien


 Gempa Taiwan: Lebih dari 600 Orang Masih Terjebak di Taman Nasional Hualien Upaya penyelamatan di Taman Nasional Hualien Foto HarianSIBcom

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Lebih dari 600 orang masih terjebak di Taman Nasional Hualien, setelah gempa bumi berkekuatan 7,4 skala Richter melanda Taiwan pada Rabu (3/4) yang menewaskan sedikitnya 13 orang.

Tim penyelamat seperti dilansir The Independent, menghadapi berbagai ancaman mulai dari tanah longsor, batu runtuh, dan gempa susulan saat mereka terus berupaya mengevakuasi orang-orang yang terjebak.

Ratusan dari mereka masih terjebak di taman nasional di Hualien, termasuk sekitar 400 orang di sebuah hotel, setelah gempa bumi yang terjadi pada hari Rabu menyebabkan batu-batu besar menghujani lereng gunung, memutus akses keluar.

Pada hari Sabtu, jumlah korban tewas meningkat menjadi 13 setelah korban ketiga ditemukan di Jalur Shakadang di taman nasional tersebut. Sebagian besar korban tewas di luar ruangan karena tertimpa batu atau tanah longsor.

Gempa tersebut merupakan yang terkuat yang melanda pulau itu sejak tahun 1999 yang menewaskan 2.400 orang. Para penyintas menggambarkan bagaimana mereka melihat batu-batu berjatuhan menghalangi jalan dan dalam beberapa kasus menjebak orang-orang di dalam terowongan.

Para pejabat mengatakan sebagian besar orang yang terdampar tampak aman, ketika tim penyelamat mengerahkan helikopter, drone, dan tim kecil dengan anjing untuk menjangkau mereka.

Empat orang tewas saat mereka mendaki di Ngarai Taroko dan empat lainnya kehilangan nyawa saat melintasi jalan raya pegunungan di wilayah tersebut.

Seorang pekerja hotel yang berhasil diselamatkan bersama puluhan rekan lainnya mengatakan: “Kami ketakutan saat gempa pertama kali terjadi. Kami pikir semuanya sudah berakhir, semuanya sudah berakhir, karena itu gempa bumi, kan?”

“Kami harus melewati celah di antara bebatuan yang jatuh, dengan tim penyelamat berada di depan,” katanya.

Daerah tersebut telah dilanda ratusan gempa susulan sejak Rabu, termasuk gempa berkekuatan 5,2 skala Richter pada Sabtu pagi.

Operasi pencarian dan penyelamatan untuk sementara dihentikan pada hari Jumat karena gempa susulan.

Tim penyelamat berencana untuk membawa peralatan berat untuk mengevakuasi dua jenazah yang terjepit di bawah batu besar di taman, namun upaya tersebut terhambat oleh risiko tanah longsor dan kemungkinan hujan.

“Hujan meningkatkan risiko terjadinya batu runtuh dan tanah longsor, yang saat ini merupakan tantangan terbesar. Faktor-faktor ini tidak dapat diprediksi, yang berarti kami tidak dapat memastikan jumlah hari yang diperlukan untuk operasi pencarian dan penyelamatan,” kata Su Yu-ming, pemimpin tim pencarian.

Badan Bencana Nasional Taiwan mengatakan lebih dari 1.100 orang diastikan terluka karena gempa tersebut.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru