Loading
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer meninggalkan Downing Street No. 10 untuk menghadiri sesi tanya jawab parlemen di London, Inggris, pada Rabu (15/4/2026). (ANTARA/Raşid Necati Aslım/Anadolu/pri)
MOSKOW, ARAHKITA.COM — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menghadapi tekanan politik yang semakin besar setelah Partai Buruh mengalami kekalahan signifikan dalam pemilihan lokal terbaru di berbagai wilayah Inggris.
Menurut laporan The Telegraph, sedikitnya enam menteri dalam kabinet Starmer disebut telah menyuarakan desakan agar sang perdana menteri mengundurkan diri. Tekanan tersebut muncul setelah hasil pemilu lokal dinilai menjadi pukulan besar bagi Partai Buruh.
Kabinet Inggris dilaporkan menggelar pertemuan di kediaman resmi PM di Downing Street, Westminster, pada Selasa (12/5/2026), menyusul buruknya hasil pemilu tersebut. Selain itu, puluhan anggota parlemen dari Partai Buruh juga disebut telah meminta Starmer mundur dari jabatannya.
Sejumlah menteri yang dikabarkan ikut menyuarakan desakan tersebut antara lain Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood, Menteri Pertahanan John Healey, Menteri Energi Ed Miliband, Menteri Kebudayaan Lisa Nandy, Menteri Luar Negeri Yvette Cooper, dan Menteri Kesehatan Wes Streeting.
Meski menghadapi tekanan internal, Starmer menegaskan bahwa dirinya akan tetap menjalankan tugas sebagai perdana menteri.
Baca juga:
Keir Starmer Tertekan usai Kalah Besar di Pemilu Lokal Inggris, Sejumlah Menteri Desak Mundur“Seperti yang saya katakan, saya bertanggung jawab atas hasil pemilu. Partai Buruh mempunyai mekanisme untuk menuntut pergantian pemimpinnya dan itu belum dijalankan. Namun, negara mengharapkan kita untuk terus memimpin. Itulah yang saya lakukan dan yang perlu kita lakukan sebagai sebuah kabinet,” kata Starmer, dikutip Sky News.
Sebelumnya, Menteri Perumahan Rakyat Miatta Fahnbulleh dilaporkan telah mengundurkan diri sambil secara terbuka menyerukan agar Starmer mundur dari jabatannya. Sejumlah anggota kabinet lainnya juga disebut telah meninggalkan posisi mereka sejak Senin (11/5/2026).
Tekanan terhadap Starmer semakin meningkat setelah jumlah anggota parlemen Partai Buruh yang meminta dirinya mundur melonjak menjadi lebih dari 70 orang, dari sebelumnya sekitar 30 orang.
Dalam pemilu lokal yang digelar pada 7 Mei di 136 wilayah Inggris, Partai Buruh mengalami kekalahan besar dengan kehilangan hampir 1.200 kursi dari total sekitar 2.200 kursi yang sebelumnya mereka kuasai di dewan daerah.
Sementara itu, Partai Reformasi Britania Raya yang berhaluan kanan disebut menjadi pemenang terbesar dalam pemilu tersebut dengan meraih sekitar 1.400 kursi di berbagai dewan lokal.