Paus Fransiskus Dirawat di Rumah Sakit karena Pneumonia dan Tetap Bersemangat


 Paus Fransiskus Dirawat di Rumah Sakit karena Pneumonia dan Tetap Bersemangat Sebelum dilarikan ke Rumah Sakit Gemelli, Paus Fransiskus menunjukkan tanda mengidap Pneumonia Bilateral selain menderita bronkitis (dio-tv.com)

ISTANBUL, ARAHKITA.COM - Paus Fransiskus dirawat di rumah sakit karena pneumonia di kedua paru-parunya, kata Vatikan pada Kamis (20/2/2025).

Paus berusia 88 tahun itu "menghabiskan malam dengan tenang dan telah menikmati sarapan", ujar Vatikan tanpa menjelaskan lebih lanjut kondisinya.

"Uji laboratorium, rontgen dada, dan kondisi klinis Bapa Suci terus menunjukkan gambaran yang rumit," pernyataan dari Vatikan, dikutip laman abc.com, Rabu (19/2/2025).

"Pemindaian CAT dada yang diterima Bapa Suci sore ini menunjukkan timbulnya pneumonia bilateral yang memerlukan terapi farmakologis lebih lanjut.

"Meskipun demikian, Paus Fransiskus tetap bersemangat,” kata pernyataan itu.

Vatikan juga mengatakan infeksi pernapasa Paus melibatkan bronkitis asma, yang memerlukan penggunaan kortison kortikosteroid dan terapi antibiotik lainnya

Pneumonia bilateral merupakan infeksi yang memengaruhi kedua paru-paru, dan dapat membuat sulit bernapas.

Bronkitis dapat menyebabkan pneumonia, yang merupakan infeksi yang lebih dalam dan jauh lebih serius pada kantung udara paru-paru.

Pengobatan bervariasi menurut tingkat keparahannya tetapi dapat mencakup pemberian oksigen melalui tabung hidung atau masker, cairan intravena.

Serta pengobatan penyebab infeksi yang mendasarinya.

Sampai saat ini, Paus Fransiskus tidak diketahui menggunakan oksigen tambahan, dan ia telah sarapan setiap hari.

Serta Paus Fransiskus juga masih membaca koran, dan melakukan beberapa pekerjaan dari kamar rumah sakitnya, menurut juru bicara Vatikan, Matteo Bruni.

Paus Fransiskus  telah menderita infeksi pernapasan selama lebih dari seminggu dan dirawat di rumah sakit Gemelli di Roma pada 14 Februari 2025.

Bapa Suci sangat rentan terhadap infeksi paru-paru karena saat dewasa muda ia menderita radang selaput dada dan sebagian paru-parunya telah diangkat.

Seorang pejabat Vatikan, dikutip dari abc.com, yang berbicara secara anonim pada hari Selasa sebelumnya mengatakan.

Bahwa Paus Fransiskus tidak dipasangi ventilator dan bernapas sendiri.

Sampai saat ini, Paus Fransiskus tidak diketahui menggunakan oksigen tambahan, dan ia telah sarapan setiap hari.

Serta Paus Fransiskus juga masih membaca koran, dan melakukan beberapa pekerjaan dari kamar rumah sakitnya, menurut juru bicara Vatikan, Matteo Bruni.

Menjelang pernyataan terbaru, Vatikan mengumumkan bahwa semua acara publik dalam kalender Paus telah dibatalkan hingga hari Minggu.

Paus Fransiskus seharusnya memimpin beberapa acara selama akhir pekan untuk Tahun Suci Katolik 2025, yang berlangsung hingga Januari mendatang.

Ini adalah waktu khusus untuk pengampunan dan pengampunan.

Bagi umat Katolik dan Vatikan memperkirakan 32 juta wisatawan akan mengunjungi Roma sepanjang tahun, termasuk untuk berbagai audiensi khusus dengan Fransiskus.

Otorits Vatikan mengatakan pada hari Senin bahwa dokter telah mengubah terapi obat Paus.

Untuk kedua kalinya selama ia dirawat di rumah sakit untuk mengatasi "situasi klinis yang rumit".

Mereka menggambarkannya sebagai "infeksi polimikroba pada saluran pernapasan".

Ini adalah keempat kalinya Fransiskus dirawat di Rumah Sakit Gemelli, Roma.

Pada 2021, pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu menjalani operasi usus besar di rumah sakit tersebut.

Ia juga pernah dirawat karena infeksi pernapasan pada 2023, dan meninggalkan rumah sakit setelah tiga hari.

Paus Fransiskus kemudian dirawat di rumah sakit beberapa bulan kemudian untuk menjalani operasi perut karena hernia.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru