Loading
Ucapan duka cita mengalir dari seluruh dunia untuk Paus Fransiskus. (Antaranews)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Sejumlah pemimpin dunia menyampaikan duka cita atas wafatnya Paus Fransiskus, yang berpulang pada usia 88 tahun di Vatikan pada Senin pagi waktu setempat.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyatakan kesedihan atas meninggalnya Fransiskus, yang disebutnya sebagai seorang pria dan pastor yang hebat.
“Saya merasa istimewa bisa menikmati persahabatan dengannya, mendengar nasihat dan ajarannya yang tidak pernah gagal bahkan di saat pencobaan dan penderitaan,” tulis Meloni di X.
Ia memuji Fransiskus yang selalu menyerukan perdamaian dan perlindungan, demi mengusahakan kebaikan bersama dan mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan setara.
“Ajaran dan warisannya tidak akan hilang. Kita menyambut (berpulangnya) Bapa Suci dengan hati yang penuh kesedihan, tetapi kita tahu bahwa ia sekarang berada dalam damai Tuhan,” kata Meloni.
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance, yang merupakan pemimpin yang terakhir ditemui secara resmi oleh Paus Fransiskus pada Minggu (20/4) malam waktu setempat, juga menyampaikan duka citanya.
“Saya baru saja mengetahui tentang wafatnya Paus Fransiskus. Hati saya bersama jutaan umat Kristen di seluruh dunia yang mencintainya,” kata Vance di X, dikutip Antara.
Baca juga:
Jam-jam Terakhir Paus Fransiskus: Terima Kasih Telah Membawaku Kembali ke Lapangan Santo Petrus“Saya senang bisa bertemu dengannya kemarin, meskipun ia terlihat sakit parah. Namun, saya akan selalu mengingatnya terutama untuk khotbah yang sangat indah, yang ia sampaikan pada hari-hari awal COVID,” tulis Vance, yang menyertakan tautan khotbah yang dimaksud.
Akun resmi X Gedung Putih mengunggah dua foto Paus, masing-masing ketika bertemu dengan Presiden Donald Trump dan Ibu Negara Melania, serta dengan Wapres Vance—disertai ucapan “Beristirahat dalam damai, Paus Fransiskus”.
Presiden AS Donald Trump telah mengunggah di akun Truth Social miliknya: "Beristirahatlah dalam damai Paus Fransiskus! Semoga Tuhan memberkatinya dan semua yang mencintainya!"
Presiden Prancis Emmanuel Macron menulis “Dari Buenos Aires hingga Roma, Paus Fransiskus ingin Gereja membawa sukacita dan harapan bagi mereka yang paling miskin”.
“Semoga Gereja mempersatukan manusia satu sama lain dan dengan alam. Semoga harapan ini terus hidup setelah kepergiannya. Saya dan istri saya menyampaikan belasungkawa kepada semua umat Katolik dan dunia yang berduka,” tulisnya di X.
Perdana Menteri Belanda Dick Schoof menyebut Fransiskus sebagai “seorang tokoh rakyat” yang menyadari dan memperhatikan isu-isu terhangat zaman ini.
“Dengan cara hidupnya yang tenang, pelayanan, dan belas kasihnya, Paus Fransiskus menjadi panutan bagi banyak orang — baik umat Katolik maupun non Katolik. Kami mengenangnya dengan penuh rasa hormat,” katanya di X.
Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen menyatakan Paus asal Argentina itu telah menginspirasi jutaan orang— jauh melampaui Gereja Katolik— dengan kerendahan hati dan kasihnya yang begitu murni bagi mereka yang kurang beruntung.
“Pikiran saya menyertai semua yang merasakan kehilangan yang mendalam ini. Semoga mereka menemukan penghiburan dalam gagasan bahwa warisan Paus Fransiskus akan terus membimbing kita semua menuju dunia yang lebih adil, damai, dan penuh kasih sayang,” tulis dia di X.
Raja Inggris Charles dan istrinya, Camilla, mengenang Paus Fransiskus atas belas kasihnya, perhatiannya terhadap persatuan Gereja, dan komitmennya terhadap tujuan bersama semua orang beriman.
Melalui pelayanan dan kepeduliannya terhadap sesama manusia dan planet bumi, Paus Fransiskus sangat menyentuh kehidupan banyak orang.
“Hati kami yang sedih sedikit terhibur setelah mengetahui bahwa Yang Mulia (Paus Fransiskus) sempat berbagi ucapan Selamat Paskah dengan Gereja dan dunia yang dilayaninya dengan penuh pengabdian sepanjang hidupnya,” kata Charles dalam akun @RoyalFamily.
Perdana Menteri Australia dilaporkan The Guardian, telah memberikan penghormatan yang emosional kepada Paus Fransiskus sebagai "pejuang yang berbakti dan ayah yang penyayang" bagi umat Katolik di negaranya, setelah kematian Paus tersebut, pada usia 88 tahun.
Guardian juga melaporkan, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada umat Katolik di negara tersebut dan di seluruh dunia.
"Sebagai pemimpin Gereja dan tokoh dunia, Paus Fransiskus memajukan pandangan dunia tentang inklusi, kesetaraan, dan kepedulian terhadap individu dan kelompok yang terpinggirkan, serta pemeliharaan lingkungan alam yang bertanggung jawab dan berkelanjutan," ujarnya.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy memposting di X: "Jutaan orang di seluruh dunia berduka atas berita tragis meninggalnya Paus Fransiskus. Hidupnya didedikasikan untuk Tuhan, untuk orang-orang, dan untuk Gereja. Ia tahu bagaimana memberi harapan, meringankan penderitaan melalui doa, dan memupuk persatuan. Ia berdoa untuk perdamaian di Ukraina dan untuk warga Ukraina. Kami berduka bersama dengan umat Katolik dan semua umat Kristen yang mengharapkan dukungan spiritual dari Paus Fransiskus. Kenangan abadi!"
Dalam tulisannya di X, Presiden Argentina Javier Milei menyuarakan "duka mendalam" atas meninggalnya paus pertama Amerika Latin tersebut.
Radikal sayap kanan itu telah lama mengkritik Paus, yang terkenal sebagai orang bodoh yang mempromosikan komunisme dan bahkan "bajingan".
Namun, kedua pria itu berbaikan tahun lalu selama pertemuan singkat ketika Milei mengunjungi Vatikan. Pada hari Senin, Milei mengatakan bahwa merupakan suatu kehormatan untuk mengenal Paus, "dalam kebaikan dan kebijaksanaannya" ... meskipun perbedaan yang tampak kecil saat ini".
“Sebagai Presiden, sebagai warga Argentina, dan pada dasarnya, sebagai orang beriman, saya mengucapkan selamat jalan kepada Bapa Suci dan saya berdiri bersama kita semua yang menghadapi berita sedih ini hari ini. RIP,” imbuh Milei.
Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Paus Fransiskus, kata Kremlin pada hari Senin, Reuters dikutip Guardian melaporkan
“Terimalah belasungkawa saya yang paling tulus atas meninggalnya Yang Mulia Paus Fransiskus,” kata Putin dalam sebuah pesan kepada Kardinal Kevin Joseph Farrell, Camerlengo Gereja Roma Suci.
“Selama masa kepausannya, ia aktif mempromosikan pengembangan dialog antara Gereja Ortodoks Rusia dan Gereja Katolik Roma, serta kerja sama yang konstruktif antara Rusia dan Takhta Suci.
“Pada saat yang menyedihkan ini, saya ingin menyampaikan kepada Anda dan seluruh pendeta Katolik kata-kata simpati dan dukungan saya,” kata Putin dalam pesan tersebut.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan dukacita mendalam atas wafatnya Paus Fransiskus, yang telah meninggalkan warisan iman dan kasih sayang bagi semua orang.
"Saya ikut berkabung atas wafatnya Paus Fransiskus, seorang pembawa harapan, kerendahan hati, dan kemanusiaan,” kata Guterres dalam sebuah pernyataan, Senin (21/4).
“Paus Fransiskus adalah suara untuk perdamaian, martabat manusia, dan keadilan sosial. Ia meninggalkan warisan iman, pelayanan, dan kasih sayang bagi semua orang, terutama mereka yang terpinggirkan dalam kehidupan atau terjebak oleh kengerian konflik," ujarnya, menambahkan.
Fransiskus terpilih sebagai Paus ke-266 Gereja Katolik Roma pada 2013, menggantikan Paus Benediktus XVI yang pensiun.
Lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio, ia adalah imam Jesuit dan non Eropa pertama yang terpilih sebagai Paus.
Sejak Februari lalu, Fransiskus sempat dirawat di rumah sakit karena penyakit pernapasan yang ia derita. Lalu pada Maret, ia pulang dari rumah sakit dan mulai muncul beberapa kali di hadapan publik pada awal April.
Sehari sebelum wafatnya, Paus Fransiskus tampil di hadapan publik untuk menyampaikan berkat Urbi et Orbi pada misa Minggu Paskah (20/4).
Argentina, negara asal Fransiskus, akan menetapkan seminggu masa berkabung atas wafatnya sang Paus.
"Paus Fransiskus Jorge Bergoglio telah meninggal dunia. Pemimpin spiritual dan mentor bagi jutaan laki-laki dan perempuan. Presiden akan menetapkan tujuh hari berkabung sehubungan dengan meninggalnya Bapa Suci,” tulis juru bicara Kepresidenan Argentina Manuel Adorni di X.