Loading
Ilustrasi - Kunjungan Paus Leo XIV di Spanyol. ANTARA/Anadolu/py.
OVIEDO, ARAHKITA.COM – Paus Leo XIV memulai kunjungan resmi selama sepekan ke Spanyol pada Sabtu (6/6/2026). Dalam lawatan pertamanya ke negara anggota Uni Eropa di luar Italia sejak terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik, Sri Paus membawa pesan kuat tentang migrasi, perdamaian, dialog, serta perhatian terhadap kelompok masyarakat yang rentan.
Kedatangan Paus Leo XIV disambut langsung oleh Raja Felipe VI, Ratu Letizia, dan Perdana Menteri Pedro Sanchez. Kunjungan yang berlangsung hingga 12 Juni tersebut mencakup sejumlah kota penting, termasuk Madrid, Barcelona, dan Kepulauan Canary.
Lawatan ini menjadi momen bersejarah karena merupakan kunjungan paus pertama ke Spanyol dalam 15 tahun terakhir. Selain memiliki nilai simbolis yang kuat bagi umat Katolik, perjalanan tersebut juga dipandang sebagai gambaran awal mengenai arah kepemimpinan Paus Leo XIV yang menempatkan isu kemanusiaan sebagai salah satu prioritas utama.
Canary Jadi Sorotan Utama
Salah satu agenda yang paling mendapat perhatian adalah kunjungan Paus ke Kepulauan Canary. Wilayah ini selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu jalur utama masuknya migran dari Afrika Barat menuju Eropa.
Di sana, Paus dijadwalkan bertemu para migran, relawan kemanusiaan, serta keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya saat mencoba menyeberangi Samudra Atlantik dengan perahu-perahu kecil yang berisiko tinggi.
Kunjungan tersebut juga dianggap sebagai kelanjutan dari rencana yang pernah diinginkan mendiang Paus Francis. Sebelum wafat, Paus Francis diketahui ingin mengunjungi Kepulauan Canary untuk memberikan dukungan langsung kepada para migran, namun kondisi kesehatannya saat itu tidak memungkinkan.
Menurut laporan Vatican News, salah satu migran yang akan menyambut Paus Leo XIV adalah Ousseynou Fall, warga Senegal yang selamat dari perjalanan laut berbahaya menuju Gran Canaria pada 2020. Dalam perjalanan tersebut, ia kehilangan saudaranya yang meninggal di tengah laut.
Pidato Bersejarah di Parlemen Spanyol
Selain agenda kemanusiaan, Paus Leo XIV juga dijadwalkan menyampaikan pidato di parlemen Spanyol. Momen ini akan menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya seorang paus berbicara langsung di lembaga legislatif negara tersebut.
Tak hanya itu, pemimpin umat Katolik dunia itu juga akan mengunjungi sebuah lembaga pemasyarakatan di wilayah Catalonia sebagai bentuk perhatian terhadap proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial para narapidana.
Di Barcelona, Paus Leo XIV akan menghadiri seremoni penting di Basilika Sagrada Familia. Acara tersebut menandai rampungnya Menara Yesus Kristus, salah satu bagian paling ikonik dari mahakarya arsitektur yang telah dibangun selama lebih dari satu abad.
Tegaskan Komitmen Melawan Pelecehan Seksual
Dalam penerbangan dari Roma menuju Spanyol, Paus Leo XIV juga menyinggung isu pelecehan seksual yang melibatkan rohaniwan, sebuah persoalan yang masih menjadi tantangan besar bagi Gereja Katolik.
Ia menyebut kasus-kasus tersebut sebagai "luka yang masih terbuka" dan menegaskan komitmennya untuk melanjutkan upaya pemberantasan serta pendampingan bagi para korban.
Paus mengungkapkan rencananya untuk bertemu sejumlah penyintas selama berada di Spanyol. Meski tidak dapat menerima seluruh korban secara langsung, ia menegaskan bahwa suara mereka tetap menjadi perhatian penting dalam proses pemulihan dan reformasi yang sedang dijalankan Gereja.
Kunjungan Paus Leo XIV ke Spanyol diharapkan tidak hanya mempererat hubungan Vatikan dengan negara tersebut, tetapi juga memperkuat pesan solidaritas global terhadap isu migrasi, perdamaian, dan perlindungan martabat manusia di tengah berbagai tantangan dunia saat ini.