Tips Sahur dan Berbuka Agar Kebutuhan Serat Tercukupi Menurut Ahli Gizi  


 Tips Sahur dan Berbuka Agar Kebutuhan Serat Tercukupi Menurut Ahli Gizi    Ilustrasi - Aneka buah dan sayur segar yang kaya serat. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kekurangan serat saat berpuasa sering menjadi penyebab masalah pencernaan, termasuk sembelit. Dr. Rita Ramayulis menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan serat agar tubuh tetap nyaman selama berpuasa.

> “Yang paling sering terjadi saat asupan serat kurang itu sembelit. Banyak orang puasa mengalami sembelit dan perut tidak nyaman karena seratnya tidak cukup,” jelas Rita Rabu (18/2/2026) seperti yang dikutip dari Antara.

Ia menambahkan, perubahan pola makan selama puasa, terutama berkurangnya konsumsi sayuran dan buah-buahan, menjadi penyebab utama kebutuhan serat harian tidak terpenuhi. Akibatnya, gerakan usus melambat sehingga buang air besar menjadi tidak lancar.

 “Kalau berlangsung lama, kekurangan serat bisa memicu masalah serius pada saluran cerna, termasuk peradangan dan risiko hemoroid,” kata Rita.

Selain berdampak pada pencernaan, kekurangan serat juga memengaruhi kesehatan metabolik. Menurutnya, serat rendah dapat membuat penyerapan zat gizi kurang optimal sehingga kadar gula dan lemak darah berpotensi meningkat.

“Serat juga penting sebagai makanan bagi mikrobiota usus. Kalau kurang, jumlah dan keragaman bakteri baik bisa menurun. Efeknya tidak hanya ke pencernaan, tapi bisa berdampak lebih luas, termasuk kesehatan mental,” tambahnya.

Rita menyarankan agar menu sahur dan berbuka selalu memasukkan sumber serat seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Dengan cara ini, kebutuhan serat harian terpenuhi dan risiko sembelit selama puasa bisa diminimalkan.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru