Ini Daftar Negara yang Tidak Merayakan Tahun Baru pada 1 Januari


 Ini Daftar Negara yang Tidak Merayakan Tahun Baru pada 1 Januari Arsip foto - Pengunjung berjalan di kawasan di Taman Ditan saat hari pertama Temple Fair dalam perayaan tahun baru Imlek 2576 di Distrik Dongcheng, Beijing, China, Rabu (29/1/2025). (ANTARA FOTO/Desca Lidya Natalia)

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Dentuman kembang api, hitung mundur tengah malam, hingga tradisi membuat resolusi sering kali identik dengan perayaan Tahun Baru 1 Januari. Namun, gambaran tersebut tidak berlaku di semua belahan dunia.

Di sejumlah negara, pergantian tahun justru dirayakan pada tanggal berbeda. Faktor budaya, sejarah, hingga keyakinan agama membuat mereka memiliki sistem kalender dan momentum tahun baru sendiri. Berikut beberapa negara yang tidak menjadikan 1 Januari sebagai hari raya tahun baru utama.

ChinaMeski generasi muda di kota besar kerap meramaikan malam 1 Januari, perayaan utama di China sejatinya adalah Tahun Baru Imlek atau Festival Musim Semi.

Momen ini menjadi tradisi mudik terbesar di dunia, ketika ratusan juta orang kembali ke kampung halaman. Perayaan berlangsung selama 15 hari dan ditutup dengan Festival Lentera. Warna merah, petasan, jamuan keluarga, serta pembagian angpao menjadi simbol dimulainya tahun yang baru menurut kalender lunar.

Vietnam

Di Vietnam, perhatian masyarakat lebih tertuju pada Hari Raya Tết, yang juga bertepatan dengan Imlek. Persiapan dilakukan jauh hari, mulai dari membersihkan rumah, membeli pakaian baru, hingga menata dekorasi khas seperti bunga persik dan pohon kumquat.

Tết dimaknai sebagai waktu membersihkan diri dari kesialan lama dan menyambut keberuntungan. Perayaan berlangsung beberapa hari, diisi hidangan tradisional, penghormatan kepada leluhur, serta pembagian amplop merah untuk anak-anak.

Ethiopia

Ethiopia memiliki kalender sendiri yang berbeda dengan kalender Gregorian. Tahun baru mereka, Enkutatash, jatuh pada 11 atau 12 September.Perayaan ini menandai berakhirnya musim hujan dan awal musim semi. Warga berkumpul bersama keluarga, bernyanyi lagu tradisional, bertukar bunga, dan menikmati suasana penuh harapan. Sementara itu, tanggal 31 Desember berlalu tanpa kemeriahan khusus.

Iran

Iran merayakan tahun baru bernama Nowruz, tradisi yang telah berlangsung lebih dari 3.000 tahun. Nowruz jatuh saat ekuinoks musim semi dan menjadi simbol pembaruan hidup.

Keluarga menyiapkan meja Haft-sin berisi tujuh simbol kehidupan, melakukan bersih-bersih rumah, dan saling berkunjung. Perayaan berlangsung selama 13 hari dan ditutup dengan piknik bersama di alam terbuka.

Arab Saudi

Arab Saudi menggunakan kalender Hijriah sebagai acuan resmi negara. Tahun baru dimulai pada 1 Muharram.Dalam pandangan keagamaan yang konservatif, perayaan Tahun Baru Masehi dianggap tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Karena itu, 1 Januari diperlakukan sebagai hari biasa tanpa perayaan publik.

Brunei Darussalam

Brunei Darussalam juga menerapkan kalender Islam sebagai pedoman resmi. Sejak 2014, perayaan Tahun Baru Masehi di ruang publik dibatasi demi menjaga nilai-nilai keislaman.

Aktivitas seperti dekorasi meriah atau perayaan terbuka tidak dianjurkan. Pergantian tahun di Brunei lebih dimaknai secara religius dan privat.

Perbedaan cara merayakan tahun baru menunjukkan bahwa waktu bukan sekadar angka di kalender. Di balik setiap tanggal, terdapat nilai budaya, keyakinan, dan sejarah yang membentuk cara suatu bangsa memaknai awal yang baru.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lifestyle Terbaru