Loading
Ilustrasi - Mata .(Pixabay)
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Mata kedutan atau miokimia ternyata tidak selalu kondisi ringan yang bisa diabaikan. Dokter dari Rumah Sakit Spesialis Sahyadri di India mengungkapkan bahwa kondisi ini bisa menjadi sinyal awal tubuh sedang mengalami stres berlebih.
Dokter spesialis jantung Priya Palimkar menjelaskan bahwa kedutan pada mata dapat menjadi bentuk respons fisik terhadap peningkatan hormon stres dalam tubuh.
“Ini sebenarnya bisa menjadi indikasi awal bahwa tubuh bereaksi terhadap peningkatan level stres,” ujarnya, dikutip dari Hindustan Times, Senin (21/4/2026).
Baca juga:
Jantung Sehat dengan Mengonsumsi Ikan SalmonIa menjelaskan, saat seseorang mengalami stres, tubuh melepaskan hormon kortisol dan adrenalin yang memicu respons “fight or flight”. Kondisi ini tidak hanya meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, tetapi juga membuat saraf menjadi lebih sensitif.
Akibatnya, otot-otot tubuh dapat berkontraksi secara tidak sadar, termasuk otot di sekitar mata yang kemudian menimbulkan kedutan.
“Ketika seseorang mengalami stres, hormon kortisol dan adrenalin dikeluarkan oleh tubuh, membuatnya siap untuk reaksi melawan atau lari,” kata Palimkar.
Meski umumnya tidak berbahaya, dokter menekankan bahwa kedutan mata yang terjadi secara berulang tidak boleh diabaikan. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa tingkat stres seseorang sudah cukup tinggi.
Untuk mengatasinya, ia menyarankan perubahan gaya hidup seperti memperbaiki pola tidur, mengurangi penggunaan perangkat elektronik, serta melakukan relaksasi untuk menurunkan stres.
“Jika tidak diperhatikan dan dibiarkan tanpa penanganan, hal itu dapat menjadi penyebab masalah jantung,” tambahnya.