Menteri HAM Natalius Pigai saat konferensi pers di Gedung Kementerian HAM, Jakarta, Rabu (17/12/2025). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, meminta pemerintah daerah memantau dan mencegah potensi kasus intoleran menjelang Natal 2025.
"Kadang-kadang dalam suasana peribadatan itu kan ada satu dua (kasus) yang sering muncul. Satu dua, tapi ya tidak semua," kata Pigai saat konferensi pers di Gedung Kementerian HAM, Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Pigai menjelaskan kerawanan yang mungkin timbul, misalnya jika ada lokasi yang menimbulkan pro-kontra sehingga masyarakat kesulitan menjalankan ibadah.
Ia meminta pemda mencari solusi sebelum perayaan berlangsung dan menggunakan pendekatan persuasif jika ada masalah.
Menham juga memerintahkan seluruh jajaran Kementerian HAM, dari eselon satu hingga staf wilayah, memastikan masyarakat dapat menikmati Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan aman.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto sudah memerintahkan agar Natal tahun ini menjadi momen bahagia, damai, toleran, dan stabil.
Pigai menambahkan, perayaan Natal dan Tahun Baru melibatkan mobilitas orang dalam jumlah besar, sehingga penting menjaga keamanan.
"Kita harap ada zero accident, zero intolerant," ujarnya.