Selasa, 08 September 2026

Golkar Apresiasi Langkah Prabowo Bangun Ketahanan Energi Nasional


 Golkar Apresiasi Langkah Prabowo Bangun Ketahanan Energi Nasional Sekretaris Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar Abdul Rahman Farisi. (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi).

JAKARTA,ARAHKITA.COM — Kebijakan energi yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto dinilai mulai menunjukkan hasil konkret dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Hal ini disampaikan Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi, yang menilai arah kebijakan pemerintah sudah tepat dan terstruktur.

Menurut Abdul, langkah strategis Presiden dalam menunjuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta membentuk Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi menjadi fondasi penting dalam memperkuat sektor energi nasional.

“Saya melihat penggunaan kewenangan Presiden dilakukan secara tepat dan terarah, terutama dengan pembentukan Satgas yang fokus pada percepatan hilirisasi dan ketahanan energi,” ujar Abdul di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Satgas tersebut memiliki peran krusial dalam mengakselerasi hilirisasi sumber daya alam, termasuk energi dan mineral. Selain itu, koordinasi lintas kementerian juga menjadi lebih terintegrasi sehingga kebijakan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Dalam struktur ini, Menteri ESDM memiliki posisi kunci sebagai ketua Satgas sehingga kebijakan tidak terfragmentasi,” lanjutnya.

Tak hanya itu, penguatan juga dilakukan melalui Dewan Energi Nasional (DEN), yang menempatkan Menteri ESDM sebagai Ketua Harian. Langkah ini dinilai memperkuat arsitektur kebijakan energi nasional agar lebih responsif terhadap dinamika global.

“Dengan desain kelembagaan yang terintegrasi tersebut, sektor energi Indonesia kini lebih adaptif dalam merespons dinamika global,” kata Abdul.

Keberhasilan ini, lanjut dia, juga tercermin dalam laporan JPMorgan Asset & Wealth Management berjudul Pandora’s Box: The Global Energy Shock of 2026. Dalam laporan tersebut, Indonesia menempati posisi kedua dunia dalam hal ketahanan menghadapi gejolak harga energi global.

Indonesia disebut memiliki tingkat perlindungan energi sekitar 77 persen, yang ditopang oleh kekuatan sumber daya domestik seperti batu bara dan gas, serta kemampuan menjaga stabilitas pasokan dan harga energi.

“Capaian ini menunjukkan bahwa langkah yang diambil mampu menghasilkan dampak nyata,” tegas Abdul.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari perencanaan matang, inovasi kebijakan, serta implementasi yang konsisten di lapangan.

Di tengah ketidakpastian geopolitik global, posisi Indonesia yang relatif stabil dinilai menjadi modal penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Meski demikian, tantangan ke depan tetap harus diwaspadai, terutama terkait ketersediaan energi domestik dan ketergantungan terhadap impor.

“Publik perlu memberikan dukungan terhadap kebijakan Kementerian ESDM, khususnya dalam menjaga ketersediaan BBM, stabilitas harga subsidi, serta penyesuaian harga non-subsidi,” tutup Abdul.


Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Nasional Terbaru