Jumat, 09 Oktober 2026

Gubernur NTT Apresiasi Dukungan Pemerintah dan Yayasan Buddha Suci untuk Warga Terdampak Gempa Flores


  • Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:30
  • | News
 Gubernur NTT Apresiasi Dukungan Pemerintah dan Yayasan Buddha Suci untuk Warga Terdampak Gempa Flores Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena Apresiasi dukungan Pemerintah Pusat, Yayasan Budha Suci dan Maruarar Sirait bagi warga terdampak gempa di Pulau Flores. (Foto: Humas)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemulihan warga terdampak gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai mendapat dukungan konkret dari berbagai pihak.

Pemerintah pusat menyiapkan bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 rumah bagi warga terdampak gempa di tiga kabupaten, yakni Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo.

Tak hanya pemerintah, dukungan juga datang dari Yayasan Buddha Suci yang berkomitmen membangun 500 unit rumah baru. Sementara itu, Maruarar Sirait memberikan bantuan pribadi sebesar Rp5 miliar untuk mendukung pembangunan rumah tambahan bagi masyarakat terdampak.

Berbagai dukungan tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur NTT Melki Laka Lena.

Melki menyampaikan apresiasi itu saat meninjau sejumlah wilayah terdampak gempa di Flores pada Sabtu dan Minggu. Peninjauan dilakukan mulai dari Ngada, Nagekeo, Ende hingga Sikka. Sebelumnya, ia juga telah melakukan peninjauan dari Labuan Bajo hingga Maumere.

Pemerintah Siapkan 1.000 Rumah

Menurut Melki, dukungan pemerintah pusat merupakan hasil rapat koordinasi yang digelar pada 20 Agustus 2026 bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, serta tiga pemerintah daerah yang wilayahnya mengalami dampak cukup berat.

Dalam rapat tersebut, pemerintah pusat menyatakan komitmen memberikan bantuan Stimulan Perumahan Swadaya untuk 1.000 rumah.

Bantuan tahap awal akan dialokasikan untuk masyarakat terdampak di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo.

“Saya mewakili tiga bupati dan warganya yang terdampak, sebagai gubernur, mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri PKP yang sudah memberikan dukungan perumahan kepada kami,” kata Melki.

Menurutnya, kebutuhan hunian menjadi salah satu persoalan paling mendesak setelah bencana. Sebagian warga kehilangan tempat tinggal, sementara sebagian lainnya harus menghadapi kondisi rumah yang mengalami kerusakan.

Karena itu, program pemerintah tidak hanya diarahkan untuk membangun rumah baru, tetapi juga memperbaiki rumah warga yang masih memungkinkan untuk diselamatkan.

Yayasan Buddha Suci Bangun 500 Rumah

Dukungan untuk warga terdampak gempa juga datang dari Yayasan Buddha Suci.

Melki menyebut yayasan tersebut telah berkomitmen membangun 500 unit rumah baru di tiga kabupaten yang menjadi sasaran utama penanganan.

“Yayasan Buddha Suci juga sudah berkomitmen untuk pembangunan 500 unit rumah baru,” ujar Melki.

Komitmen tersebut dinilai semakin memperkuat upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan tempat tinggal masyarakat terdampak gempa.Sebelumnya, Yayasan Buddha Suci juga telah terlibat dalam pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera.

Maruarar Sirait Berikan Bantuan Rp5 Miliar

Selain pemerintah dan yayasan, dukungan juga datang dari Maruarar Sirait.

Secara pribadi, Maruarar memberikan bantuan senilai Rp5 miliar. Bantuan tersebut akan digunakan untuk membantu pemerintah daerah membangun rumah tambahan di luar program 1.000 rumah yang memperoleh dukungan pemerintah pusat.

Melki berharap dukungan dari berbagai pihak tersebut dapat mempercepat proses pemulihan masyarakat Flores, khususnya keluarga yang kehilangan atau mengalami kerusakan tempat tinggal akibat gempa.

“Semoga ini bisa membantu keluarga kita yang membutuhkan ataupun bisa segera memperoleh rumah yang layak untuk ditinggali dalam waktu yang lama,” katanya.

Pemulihan Membutuhkan Kolaborasi

Melki menegaskan, penanganan pascagempa membutuhkan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Dalam rapat 20 Agustus tersebut, Melki hadir bersama Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT dan tiga kepala daerah yang wilayahnya terdampak, yakni Bupati Manggarai Heri Nabit, Bupati Manggarai Timur Andre Agas, dan Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, yang masing-masing hadir bersama jajaran PUPR.

Koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah dinilai penting agar berbagai bantuan yang telah disiapkan dapat segera diwujudkan menjadi pembangunan rumah di lapangan.

“Terima kasih juga kepada Pak Tito Mendagri dan Pak Nusron Menteri ATR/BPN,” ujar Melki.

Dengan adanya dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, Yayasan Buddha Suci, Maruarar Sirait, serta pihak lainnya, pemulihan hunian masyarakat terdampak gempa di Flores diharapkan dapat berlangsung lebih cepat.

Untuk tahap awal, Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo menjadi tiga kabupaten yang mendapat prioritas bantuan. Sementara kabupaten terdampak lainnya diharapkan dapat masuk dalam tahap penanganan berikutnya.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru