PLN Watch Minta Publik Waspada Hoaks Pemadaman Listrik di Jawa–Bali


 PLN Watch Minta Publik Waspada Hoaks Pemadaman Listrik di Jawa–Bali Ketua Umum PLN Watch Tohom Purba
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Ketua Umum PLN Watch, Tohom Purba, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima informasi terkait layanan kelistrikan, khususnya yang mengatasnamakan PT PLN (Persero) tanpa sumber resmi. Ia menegaskan, masyarakat tidak boleh langsung mempercayai kabar yang belum terverifikasi, terutama isu pemadaman listrik berskala besar.

Salah satu informasi yang beredar menyebut adanya rencana pemeliharaan jaringan yang diklaim akan menyebabkan pemadaman listrik total selama tiga hari di wilayah Jawa dan Bali. Menurut Tohom, kabar tersebut berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Informasi seperti ini harus disikapi dengan kepala dingin. Jangan langsung dipercaya dan disebarkan. Pastikan dulu melalui kanal resmi PLN,” ujar Tohom dalam keterangan di Jakarta, Minggu (22/6/2026)

Ia menekankan bahwa isu kelistrikan memiliki dampak luas karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, layanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga kegiatan rumah tangga. Karena itu, setiap informasi yang beredar harus dipastikan kebenarannya sebelum diteruskan ke publik.

Tohom juga menilai penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan bukan hanya merugikan PLN, tetapi juga dapat mengganggu ketenangan masyarakat yang membutuhkan kepastian layanan.

“Dalam situasi seperti ini, yang dibutuhkan adalah dukungan publik, bukan kepanikan akibat informasi yang tidak benar,” tambahnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kritik terhadap layanan kelistrikan tetap penting sebagai bagian dari pengawasan publik. Namun, kritik tersebut harus berbasis data dan bertujuan untuk mendorong perbaikan layanan, bukan memperkeruh keadaan.

Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan penjelasan resmi apabila terjadi gangguan listrik. Namun, penyebaran kabar tanpa sumber yang jelas justru dapat memperburuk situasi.

Tohom juga mengajak masyarakat untuk selalu menggunakan kanal resmi PLN dalam memperoleh informasi maupun melaporkan gangguan yang terjadi di lapangan, guna menjaga ekosistem informasi yang sehat dan akurat.

Sebelumnya, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto, telah menegaskan bahwa informasi mengenai pemeliharaan jaringan yang disebut akan menyebabkan pemadaman total di Jawa dan Bali selama tiga hari adalah tidak benar.

Ia memastikan kabar tersebut bukan berasal dari PLN dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, sebelumnya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Kondisi tersebut dipicu gangguan pasokan batu bara berkalori menengah serta kendala teknis pada dua pembangkit listrik tenaga uap milik mitra PLN (Independent Power Producer).

Darmawan menjelaskan bahwa pasokan batu bara kini mulai kembali normal dan PLN terus melakukan langkah pemulihan agar gangguan kelistrikan dapat segera teratasi.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Nasional Terbaru