Loading
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: YouTube Humas Pemprov Jabar)
BANDUNG, ARAHKITA.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa kemerdekaan masyarakat harus menjadi dasar pijakan setiap kebijakan pemerintah, mulai dari tingkat provinsi hingga ke lingkungan terkecil seperti RT dan RW.
Menurut Dedi, kemerdekaan yang dimaksud bukan sekadar simbol, melainkan hak nyata yang harus dirasakan masyarakat sehari-hari. Mulai dari hak memiliki tanah, menghirup udara bersih, menikmati sinar matahari, hingga akses terhadap air bersih tanpa harus terbebani biaya.
“Fondasi bangsa ini adalah hak rakyat untuk hidup merdeka atas tanah, udara, air, dan matahari. Itu yang harus kita wujudkan kembali melalui kebijakan di Jawa Barat,” ujar Dedi dalam Upacara HUT ke-80 RI di Bandung, Minggu (17/8/2025).
Mewujudkan Cita-Cita Para Pendiri Bangsa
Dedi menegaskan, pesan kemerdekaan sudah ditanamkan oleh para pendiri bangsa seperti Bung Karno, Bung Hatta, dan Sutan Sjahrir. Mereka bermimpi Indonesia menjadi negara yang mampu menyejahterakan rakyat, mencerdaskan bangsa, serta menjunjung keadilan sosial.
Karena itu, kata Dedi, setiap kebijakan pembangunan harus berpijak pada cita-cita tersebut agar benar-benar menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.
Pendidikan Sebagai Hak Dasar
Salah satu fondasi penting menurut Dedi adalah pendidikan berkualitas untuk semua tanpa memandang latar belakang ekonomi. Pendidikan, tegasnya, harus melahirkan kesetaraan, bukan eksklusivitas, termasuk bagi penyandang disabilitas.
“Pendidikan bukan hanya soal jumlah sekolah atau guru, tetapi bagaimana membentuk karakter manusia Indonesia seutuhnya,” katanya.
Dalam falsafah Sunda, pembentukan karakter itu disebut Rawayan Jati, yaitu pemahaman ketuhanan yang sempurna. Nilai luhur tersebut terangkum dalam prinsip Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer—sehat, baik hati, jujur, cerdas, dan gesit.
Pembangunan Berbasis Keadilan
Dedi juga menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari gizi yang baik, akses air bersih, hingga penataan kembali alam seperti gunung, sungai, dan danau agar kembali berfungsi sebagaimana mestinya.
Selain itu, pemerintah harus bersikap transparan dalam anggaran, perencanaan, dan evaluasi pembangunan. Bagi Dedi, keberhasilan pembangunan bukan hanya dilihat dari hasil fisik, tetapi juga efek ekonominya serta rasa keadilan yang dirasakan masyarakat.
Ia juga menegaskan perlunya otokritik dalam bidang pendidikan agar Jawa Barat mampu melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan zaman.
Karakter Manusia Unggul Jawa Barat
Mengakhiri pesannya, Dedi mengajak masyarakat Jawa Barat untuk memiliki semangat kerja keras dan daya saing tinggi, namun tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.
“Karakter Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer adalah kerangka kesempurnaan manusia Indonesia. Itulah yang harus kita tanamkan,” pungkasnya dikutip Antara.