Imlek 2026, Monas Buka hingga Pukul 22.00 WIB dan Hadirkan Video Mapping


  • Senin, 16 Februari 2026 | 12:30
  • | News
 Imlek 2026, Monas Buka hingga Pukul 22.00 WIB dan Hadirkan Video Mapping Arsip foto - Suasana saat warga menyalakan kembang api pada malam pergantian tahun baru di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (1/1/2025). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pengelola Monumen Nasional (Monas) memperpanjang jam operasional kawasan menjadi pukul 06.00–22.00 WIB pada Senin dan Selasa, 16–17 Februari 2026, bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2026.

Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas, Muhammad Isa Sarnuri, mengatakan kebijakan ini diberlakukan khusus untuk mendukung rangkaian perayaan Imlek di ibu kota.

“Untuk tanggal 16 dan 17 Februari 2026, jam operasional kawasan Monas kami samakan seperti akhir pekan, yakni hingga pukul 22.00 WIB,” ujar Isa saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Jam Operasional Tugu dan Loket

Sementara itu, untuk kunjungan ke Tugu Monas, jam operasional tetap pukul 08.00–18.00 WIB dengan loket ditutup pada pukul 17.00 WIB, mengikuti ketentuan hari kerja Selasa hingga Jumat.

Pengunjung yang datang pada malam hari tetap dapat menikmati suasana kawasan Monas serta berbagai atraksi spesial yang telah disiapkan.

Air Mancur Menari dan Video Mapping

Dalam rangka memeriahkan Imlek 2026, pengunjung akan disuguhkan pertunjukan air mancur menari dan video mapping di sisi selatan Silang Monas.

Air mancur menari digelar dua sesi, yakni pukul 20.00 WIB dan 21.00 WIB. Sedangkan pertunjukan video mapping berlangsung pada pukul 19.30 WIB dan 20.30 WIB.

Isa memperkirakan lonjakan pengunjung cukup signifikan selama dua hari tersebut.

“Kami memprediksi sekitar 20 ribu hingga 40 ribu orang akan memadati kawasan Monas, baik di pelataran maupun area tugu,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar mematuhi arahan petugas dan menjaga kebersihan selama berada di area Monas.

“Silakan menikmati perayaan, tapi tetap tertib, buang sampah pada tempatnya, dan persiapkan payung atau jas hujan karena biasanya Imlek bertepatan dengan musim hujan,” ujarnya.

Ruang Ekspresi Budaya Berbasis Teknologi

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyebut Monas menjadi salah satu pusat perayaan Imlek Jakarta 2026 yang mengusung konsep perpaduan budaya dan teknologi.

“Monas akan menjadi ruang ekspresi budaya berbasis teknologi melalui video mapping dan instalasi seni,” kata Rano, seperti yang dikutip dari Antara.

Rangkaian perayaan Imlek 2026 di Jakarta berlangsung sepanjang Februari hingga awal Maret di sejumlah titik strategis, menampilkan pentas seni budaya, instalasi visual, hingga pertunjukan kolosal yang dapat dinikmati masyarakat luas.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru