Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei. ANTARAXinhua
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah Iran menyatakan bahwa naskah nota kesepahaman yang tengah dirundingkan dengan Amerika Serikat telah memasuki tahap akhir penyusunan. Sebagian besar poin penting dalam dokumen tersebut disebut sudah disepakati oleh kedua belah pihak.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan substansi utama perjanjian tersebut pada dasarnya telah selesai dirumuskan. Namun, menurutnya, proses menuju kesepakatan final masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait sikap Washington yang dinilai tidak konsisten.
“Secara substansi, teks perjanjian tersebut hampir selesai disusun pada bagian-bagian utamanya. Masalahnya adalah sikap Amerika Serikat yang kontradiktif selalu menimbulkan gejolak dan gangguan dalam proses ini,” ujar Baghaei, seperti dikutip Press TV, Kamis (11/6/2026) malam.
Baca juga:
Angka Kelahiran Singapura Turun 11,4 Persen pada 2025, Tren Populasi Kian MengkhawatirkanPernyataan itu muncul sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa poin-poin akhir dari perjanjian damai antara Amerika Serikat dan Iran telah disetujui oleh seluruh pihak yang terlibat, termasuk Israel.
Trump bahkan menyebut proses penyelesaian kesepakatan tersebut dapat dituntaskan dalam beberapa hari mendatang apabila tidak ada hambatan baru yang muncul.
Perkembangan ini menjadi sinyal positif setelah hubungan kedua negara selama bertahun-tahun diwarnai ketegangan terkait isu keamanan regional, program nuklir Iran, hingga sanksi ekonomi yang diberlakukan Washington terhadap Teheran.
Sementara itu, portal berita Axios melaporkan bahwa pihak Iran telah memberikan persetujuan di tingkat tinggi terhadap isi perjanjian tersebut. Namun, kesepakatan itu masih menunggu restu akhir dari Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei dilansir Antara.
Baca juga:
Menhan AS: Biaya Perang Melawan Iran Tembus 37,5 Miliar Dolar AS, Pentagon Minta Dana TambahanJika persetujuan tersebut diberikan, maka perjanjian yang sedang dirundingkan berpotensi menjadi salah satu terobosan diplomatik paling signifikan dalam hubungan Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.
Para pengamat menilai keberhasilan kesepakatan ini dapat membuka peluang baru bagi stabilitas kawasan Timur Tengah sekaligus mengurangi ketegangan geopolitik yang selama ini menjadi perhatian dunia internasional.