Setahun Memimpin Jakarta, Pramono-Rano Beberkan Capaian dan Tantangan Ibu Kota


  • Jumat, 20 Februari 2026 | 22:15
  • | News
 Setahun Memimpin Jakarta, Pramono-Rano Beberkan Capaian dan Tantangan Ibu Kota Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno. (Berita jakarta)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno menggelar syukuran bertajuk “Satu Tahun Membangun Jakarta dari Bawah” di Taman Ayodia, Jakarta Selatan, Jumat (20/2). Kegiatan ini menjadi ajang refleksi sekaligus pemaparan hasil kerja selama satu tahun memimpin ibu kota.

Dalam sambutannya, Pramono mengakui masih ada sejumlah persoalan mendasar yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

“Memang persoalan-persoalan dasar masih ada. Kemacetan masih ada, banjir masih ada, kemudian persoalan polusi masih ada. Dan itulah yang secara khusus ingin minimal bisa dikurangi dari apa yang terjadi saat ini,” ujar Pramono, Jumat (20/2/2026).

Fokus Penanganan Banjir hingga Infrastruktur

Untuk mengatasi banjir, Pemprov DKI melakukan normalisasi di sejumlah sungai, seperti Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut, serta pengerukan di beberapa titik di Jakarta Barat. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah untuk mengurangi risiko genangan saat musim hujan.

Di sektor transportasi, Jakarta disebut kini berada di peringkat ke-17 dunia dalam infrastruktur transportasi. Pemprov juga memperluas layanan TransJabodetabek hingga wilayah penyangga dan memberikan layanan gratis bagi 15 golongan masyarakat.

Pramono juga menyebut posisi Jakarta dalam peringkat Global City naik dari peringkat 74 menjadi 71 dalam 10 bulan terakhir. Ia menilai ada perbaikan pada aspek pertumbuhan ekonomi dan pengurangan ketimpangan sosial.

Pendidikan dan Kesejahteraan Jadi Prioritas

Dalam bidang pendidikan, Pemprov DKI melanjutkan program Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), pemutihan ijazah, hingga pembebasan biaya di 40 sekolah swasta.

“Dan bagi siapa pun yang menerima KJP maupun KJMU, masuk ke Ancol, Ragunan, Monas, dan sebagainya kami gratiskan,” kata Pramono.

Meski APBD mengalami penurunan, program bantuan sosial seperti Kartu Lansia Jakarta, Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta, dan Kartu Anak Jakarta tetap dilanjutkan.

Di sektor kesehatan, Pemprov mengoptimalkan layanan Pasukan Putih serta memperkuat fasilitas kesehatan yang kini mencakup 31 rumah sakit, 44 Puskesmas Kecamatan, dan 292 Puskesmas Pembantu. Dua rumah sakit baru juga direncanakan dibangun di Cakung dan lahan Sumber Waras.

Tambah Ruang Terbuka Hijau dan Lanjutkan Program Lama

Untuk meningkatkan kualitas lingkungan, Pemprov menambah 21 ruang terbuka hijau (RTH) baru. Salah satunya merupakan penggabungan lahan seluas 5,6 hektare yang kini difungsikan sebagai taman publik.

“Yang kecil-kecil sebenarnya banyak banget. Seperti ini, Taman Bendera Pusaka ini adalah Ruang Terbuka Hijau yang kita gabungkan, di tempat ini 5,6 hektare,” jelas Pramono.

Selain program baru, Pemprov juga melanjutkan proyek yang belum tuntas dari pemerintahan sebelumnya, seperti reaktivasi Planetarium, pembongkaran tiang monorel, pembangunan JPO penghubung JIS-Ancol, hingga rencana rumah sakit internasional di lahan RS Sumber Waras.

Pramono menegaskan komitmennya menjadikan Jakarta sebagai rumah bagi keberagaman, dengan menumbuhkan toleransi dan kerukunan antarwarga.

Sementara itu, Rano Karno mengungkapkan bahwa 40 program Quick Wins yang dicanangkan telah terealisasi sekitar 97 persen.

“Dari 40 program, Alhamdulillah mungkin 97 persen selesai. Hanya ada tiga poin yang belum sempat selesai karena memang memerlukan waktu yang cukup panjang,” ujar Rano.

Ia menyebut tiga persoalan utama yang masih menjadi tantangan adalah banjir, kemacetan, dan kemiskinan.

“Jadi artinya saya sangat yakin, di tahun kedua ini, kami sudah mempunyai program apa yang akan kita lakukan. Tentu program itu harus kita lakukan tahun per tahun,” tandasnya.

Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Pramono-Rano menargetkan penyelesaian bertahap terhadap persoalan klasik Jakarta dengan pendekatan berkelanjutan dan kolaboratif.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru