AJMHT 2026 Resmi Dimulai, Dewan Juri Siap Seleksi Karya Jurnalistik Terbaik untuk Jakarta


  • Kamis, 11 Juni 2026 | 20:30
  • | News
 AJMHT 2026 Resmi Dimulai, Dewan Juri Siap Seleksi Karya Jurnalistik Terbaik untuk Jakarta Dewan Juri AJMHT 2026 menggelar rapat perdana untuk memastikan proses penilaian berjalan profesional, independen, dan berintegritas. (Foto: Dok. Humas PWI Jaya)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Proses penyelenggaraan Anugerah Jurnalistik Muhammad Hoesni Thamrin (AJMHT) PWI Jaya 2026 resmi memasuki tahap penting. Dewan Juri AJMHT 2026 menggelar rapat perdana pada Kamis (11/6/2026) sebagai langkah awal untuk menyusun mekanisme penilaian dan memastikan seluruh proses seleksi berjalan profesional, independen, serta berintegritas.

Mengusung tema “Jurnalisme untuk Jakarta: Merawat Sejarah, Mengawal Masa Depan”, AJMHT 2026 diharapkan menjadi ruang apresiasi bagi karya-karya jurnalistik yang tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga mampu merekam perjalanan sejarah Jakarta sekaligus memberi perspektif terhadap masa depan kota yang akan memasuki usia 500 tahun pada 2027 mendatang.

Ketua Dewan Juri AJMHT 2026, Dr. Bagus Sudarmanto, menilai momentum menuju lima abad Jakarta menjadi kesempatan penting bagi insan pers untuk menghasilkan karya jurnalistik yang memiliki nilai dokumentasi sejarah sekaligus relevansi sosial yang kuat.

Menurutnya, karya jurnalistik yang dihasilkan tidak cukup hanya informatif, tetapi juga harus memiliki kedalaman analisis, orisinalitas, dan mampu menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat.

“Momentum 500 tahun Jakarta harus menjadi pemicu lahirnya karya-karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga memiliki kedalaman analisis, relevansi sosial, serta mampu menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat,” ujarnya.

Dalam proses penilaian nanti, dewan juri akan berpegang pada sejumlah indikator utama, mulai dari akurasi, kedalaman substansi, orisinalitas karya, dampak sosial, hingga kesesuaian dengan tema yang diangkat dalam kompetisi.

Diisi Tokoh Berpengalaman

AJMHT 2026 menghadirkan dewan juri yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari jurnalistik, fotografi, komunikasi hingga akademisi. Selain Dr. Bagus Sudarmanto sebagai ketua, jajaran juri terdiri atas Tb Adhi, Arbain Rambey, Dr. Retno Intani, Machroni Kusumah, Dr. Rewindinar, dan Dr. Gloria Angelita.

Sementara itu, dukungan teknis terkait pengumpulan materi lomba dan administrasi penjurian dilakukan oleh Eka Ardimiyati dan Desdy Yusdiansyah.

Dalam rapat perdana tersebut, para juri melakukan penyamaan persepsi mengenai standar penilaian, mekanisme seleksi, serta kualitas karya yang diharapkan mampu merepresentasikan semangat AJMHT sebagai penghargaan jurnalistik yang kredibel dan bermartabat.

Ketua Panitia AJMHT 2026, Arman Suparman, menyebut rapat perdana ini menjadi fondasi penting bagi keseluruhan proses penjurian.

Menurut Arman, panitia sengaja melibatkan figur-figur yang memiliki reputasi kuat dan pengalaman panjang di bidang masing-masing agar proses seleksi dapat berlangsung objektif serta menghasilkan pemenang yang benar-benar layak.

“Dewan juri merupakan garda terdepan dalam menjaga kualitas dan marwah penghargaan ini. Kami bersyukur para tokoh yang memiliki pengalaman panjang di dunia jurnalistik, fotografi, akademik, dan komunikasi bersedia terlibat dalam AJMHT 2026,” katanya.

AJMHT Jadi Bentuk Apresiasi untuk Karya Jurnalistik Berkualitas

Ketua PWI Jaya, Kesit B. Handoyo, menegaskan bahwa AJMHT bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap kontribusi insan pers dalam mendokumentasikan berbagai peristiwa penting yang membentuk perjalanan Jakarta.

Menurutnya, peran media sangat penting dalam mencatat sejarah sekaligus mengawal perubahan sosial yang terjadi di ibu kota.

Karena itu, proses penilaian dipercayakan kepada para juri yang memiliki integritas, kompetensi, dan rekam jejak yang kuat.

Kesit berharap para wartawan dan insan media dapat menghadirkan karya-karya yang tidak hanya informatif, tetapi juga kritis, inspiratif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“AJMHT 2026 harus menjadi momentum lahirnya karya-karya jurnalistik yang akan menjadi dokumentasi penting menjelang lima abad Jakarta,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen PWI Jaya untuk menjaga independensi dan kredibilitas penghargaan tersebut agar seluruh peserta memiliki keyakinan bahwa setiap karya akan dinilai secara adil dan objektif.

Tujuh Kategori Utama dan Dua Kategori Khusus

Pada penyelenggaraan tahun ini, AJMHT 2026 mempertandingkan tujuh kategori utama, yaitu:

  • Tajuk Rencana
  • Teks
  • Foto
  • TV Terestrial
  • TV Streaming
  • Infografis
  • Radio

Selain itu, terdapat dua kategori khusus yang menjadi perhatian utama.

Kategori pertama adalah “Menyongsong 5 Abad Jakarta”, yang diperuntukkan bagi karya feature teks, radio, dan video yang mengangkat tema sejarah, transformasi, serta identitas Jakarta.

Sementara kategori kedua adalah “Literasi Bank Jakarta”, yang mencakup karya berita, feature, opini, dan foto dengan fokus pada isu literasi keuangan, digitalisasi, serta pengembangan UMKM.

Dengan dimulainya rapat perdana dewan juri, PWI Jaya optimistis AJMHT 2026 akan melahirkan karya-karya jurnalistik terbaik yang mampu mencerminkan profesionalisme wartawan sekaligus memperkuat peran pers dalam merawat sejarah dan mengawal masa depan Jakarta menuju usia lima abad.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru