Loading
Gunung Semeru erupsi dengan luncurkan awan panas sejauh 2.500 meter ke arah Besuk Kobokan pada Kamis (9/4/2026). ANTARA/HO-PVMBG
LUMAJANG, ARAHKITA.COM – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 mdpl itu erupsi pada Kamis petang dan meluncurkan awan panas hingga sejauh 2.500 meter.
Letusan terjadi sekitar pukul 17.35 WIB. Dari laporan petugas pos pengamatan, kolom abu terpantau membumbung setinggi kurang lebih 2.500 meter di atas puncak, atau mencapai sekitar 6.176 mdpl.
Kolom abu tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang, bergerak condong ke arah tenggara. Aktivitas erupsi ini juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 17 detik.
Tak hanya itu, awan panas guguran turut meluncur ke arah Besuk Kobokan dengan jarak sekitar 2,5 kilometer. Hingga laporan dibuat, aktivitas erupsi masih berlangsung.
Erupsi Terjadi Berulang dalam Sehari
Sepanjang Kamis (9/4/2026), Gunung Semeru tercatat mengalami 11 kali erupsi. Letusan pertama terjadi dini hari pukul 00.21 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 900 meter di atas puncak.
Sementara itu, erupsi terakhir terjadi pada pukul 21.12 WIB dengan ketinggian kolom abu yang relatif sama, yakni sekitar 900 meter.
Status Siaga, Warga Diminta Waspada
Saat ini, Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga). Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, warga juga diminta menjauhi area sempadan sungai dalam jarak 500 meter dari tepi, karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar yang bisa menjangkau hingga 17 kilometer.
Radius aman lainnya adalah sejauh 5 kilometer dari kawah atau puncak. Area ini berisiko tinggi terhadap lontaran material pijar saat terjadi erupsi.
Potensi Bahaya Masih Mengintai
Masyarakat di sekitar Gunung Semeru juga diingatkan untuk tetap siaga terhadap potensi bahaya lain, seperti awan panas, guguran lava, serta aliran lahar yang dapat mengalir melalui sungai-sungai yang berhulu di puncak.
Beberapa jalur yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai lainnya.
Kondisi ini menegaskan bahwa aktivitas Gunung Semeru masih dinamis dan memerlukan kewaspadaan tinggi dari masyarakat maupun pihak terkait.