Kamis, 17 September 2026

Banjir Kebon Pala Capai 1,75 Meter, Warga Mulai Mengungsi


  • Senin, 20 April 2026 | 11:00
  • | News
 Banjir Kebon Pala Capai 1,75 Meter, Warga Mulai Mengungsi Banjir setinggi 175 sentimeter merendam permukiman warga di wilayah Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Senin (20/4/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).

 

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Banjir kembali merendam permukiman warga di kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Senin (20/4/2026) dini hari. Ketinggian air dilaporkan mencapai 1,75 meter dan terus menunjukkan tren peningkatan sejak subuh.

Ketua RT setempat, Sanusi, mengungkapkan bahwa air mulai naik sekitar pukul 03.00 WIB dan dengan cepat mencapai level siaga 2.

“Pagi ini air sudah mencapai sekitar 175 sentimeter dan terus naik sejak dini hari,” ujarnya.

Banjir yang terjadi disebut merupakan kombinasi dari tingginya curah hujan serta kiriman air dari wilayah hulu, terutama dari Katulampa dan Depok. Kondisi ini menyebabkan debit air meningkat drastis dalam waktu singkat.

“Selain hujan, juga ada kiriman air dari Katulampa dan Depok,” jelas Sanusi.

Akibat genangan yang cukup tinggi, sebagian warga memilih meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih aman. Hingga saat ini, sekitar lima kepala keluarga (KK) dilaporkan telah mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat.

Meski demikian, masih banyak warga yang bertahan dan diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan air susulan.

Petugas kepolisian dan aparat setempat juga terlihat membantu proses evakuasi warga serta mengamankan barang-barang dari dalam rumah.

Menurut warga, banjir di kawasan ini terjadi berulang dalam beberapa hari terakhir. Curah hujan yang tinggi, terutama pada sore hingga malam hari, membuat air sulit surut secara maksimal.

Kondisi tersebut menyebabkan genangan kembali meningkat setiap kali hujan deras turun.

Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta pada 17 hingga 23 April 2026.

Fenomena ini dipicu oleh fase bulan baru dan perigee yang dapat meningkatkan ketinggian permukaan air laut.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau untuk tetap siaga dan memanfaatkan layanan darurat 112 jika menghadapi situasi darurat.

Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, warga di daerah rawan banjir diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan langkah evakuasi jika diperlukan.


Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru