Loading
Polusi udara Jakarta Foto Greenpeace
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Kualitas udara di Jakarta pada Selasa (21/4/2026) pagi terpantau berada dalam kategori tidak sehat. Data dari IQAir menunjukkan indeks kualitas udara (AQI) mencapai angka 170 pada pukul 05.00 WIB.
Tingginya angka tersebut dipicu oleh konsentrasi partikel halus PM2.5 yang mencapai 82 mikrogram per meter kubik. Angka ini tercatat 16,4 kali lebih tinggi dibandingkan ambang batas tahunan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia.
PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil, yakni kurang dari 2,5 mikron. Partikel ini dapat berasal dari debu, asap, hingga jelaga, dan berisiko tinggi bagi kesehatan jika terhirup dalam jangka panjang.
“Paparan PM2.5 dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko kematian dini, terutama pada individu dengan penyakit jantung dan paru-paru kronis,” demikian peringatan yang disampaikan dalam laporan kualitas udara tersebut.
Seiring kondisi ini, masyarakat disarankan untuk mengenakan masker saat berada di luar ruangan. Selain itu, warga juga dianjurkan membatasi aktivitas luar ruang, menutup jendela rumah, serta menggunakan alat penyaring udara untuk mengurangi paparan polusi.
Dalam pemantauan nasional, Jakarta menempati posisi kedua kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia. Posisi pertama ditempati Tangerang Selatan dengan indeks 174, disusul Bekasi di posisi ketiga dengan angka 165.
Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa penanganan pencemaran udara tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja sama lintas wilayah dan koordinasi antarinstansi untuk mengatasi persoalan ini secara efektif.
Pemprov DKI juga telah menetapkan strategi pengendalian pencemaran udara melalui Keputusan Gubernur Nomor 576 Tahun 2023 tentang SPPU untuk periode 2023–2030.
Strategi tersebut mencakup tiga pilar utama, yaitu penguatan tata kelola pengendalian polusi, pengurangan emisi dari sektor transportasi sebagai sumber bergerak, serta penurunan emisi dari sektor industri dan sumber tidak bergerak lainnya.