May Day 2026, Pemprov DKI Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Buruh


  • Minggu, 03 Mei 2026 | 16:15
  • | News
 May Day 2026, Pemprov DKI Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Buruh Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga Ketua DPP PDIP Rano Karno dalam Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 PDIP dengan tema “Banteng Pro Pekerja: Buruh Berdaulat, Indonesia Berdikari” yang diadakan di GOR Otista, Jakarta Timur, Minggu (3/5/2026). ANTARA/Laily Rahmawaty

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan pentingnya kerja sama erat antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha dalam menjaga stabilitas industri di tengah ketidakpastian global.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang digelar oleh PDI Perjuangan di GOR Otista, Jakarta Timur, Minggu (3/5/2026). Acara tersebut mengusung tema “Banteng Pro Pekerja: Buruh Berdaulat, Indonesia Berdikari”.

“Saya berharap sinergi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah terus diperkuat. Di tengah tantangan global, kolaborasi adalah kunci agar kita tetap tangguh dan mampu melangkah maju,” ujar Rano.

Menurutnya, peringatan Hari Buruh tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum penting untuk menjaga semangat perjuangan pekerja. Ia menilai peran buruh sangat vital sebagai penggerak utama roda perekonomian, khususnya di Jakarta.

Rano, yang juga menjabat Ketua DPP PDIP Bidang Kebudayaan, mengingatkan agar semua pihak tidak mengabaikan hak-hak pekerja. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah bersama partainya untuk terus mengawal kesejahteraan buruh.

Salah satu bentuk nyata dukungan tersebut adalah pengembangan program Kartu Pekerja Jakarta (KPJ) yang telah berjalan sejak 2018. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau puluhan ribu pekerja.

“Hingga saat ini lebih dari 59.000 KPJ telah diterbitkan. Manfaatnya nyata mulai dari akses transportasi publik gratis, subsidi pangan, hingga dukungan pendidikan bagi keluarga pekerja,” jelasnya.

Selain KPJ, Pemprov DKI juga menghadirkan berbagai program perlindungan sosial seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), serta layanan kesehatan melalui Jamkesjak. Program-program ini dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama pekerja dengan upah minimum provinsi (UMP).

Lebih lanjut, Rano mengajak seluruh elemen untuk menjadikan May Day sebagai ruang dialog yang konstruktif antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

“Peringatan Hari Buruh ini hendaknya menjadi ruang dialog untuk menyampaikan aspirasi dan memperkuat perekonomian kota secara bersama-sama. Kolaborasi adalah kunci agar kita tetap tangguh,” tegasnya.

Acara tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Hasto Kristiyanto, Adian Napitupulu, serta Sri Rahayu. Hadir pula sejumlah anggota DPR RI dan jajaran pengurus PDIP lainnya.

Momentum May Day 2026 ini diharapkan tidak hanya memperkuat solidaritas buruh, tetapi juga mendorong kolaborasi berkelanjutan demi ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang terus berubah.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru