KRL jurusan Duri - Tangerang yang terhenti pascaledakan di perlintasan sebidang RT 01/RW 11 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. (Antara)
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Perjalanan KRL Commuter Line jurusan Duri-Tangerang sempat lumpuh setelah rangkaian kereta mengalami gangguan usai terdengar beberapa kali ledakan di kawasan perlintasan sebidang RT 01/RW 11 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa sore.
KRL yang masih dipenuhi penumpang itu akhirnya dievakuasi menuju Stasiun Rawa Buaya sekitar pukul 18.48 WIB. Kereta didorong menggunakan rangkaian lain dari belakang setelah sebelumnya terhenti cukup lama sejak pukul 17.00 WIB.
Petugas penjaga palang pintu rel Klingkit, Rawa Buaya, Zainul, mengatakan proses evakuasi dilakukan agar rangkaian segera ditangani dan akses kendaraan di sekitar perlintasan bisa kembali normal.
“Kereta disetut KRL lain ke Stasiun Rawa Buaya. Nanti diperbaiki di sana,” kata Zainul kepada wartawan di lokasi, Selasa (26/5/2026) malam.
Ia menambahkan, pemindahan rangkaian juga dilakukan agar arus kendaraan yang sempat tertahan dapat kembali melintas.
"Bisa di sini juga kendaraan bisa melintas kan," ujarnya.
Sebelum kereta berhenti total, sejumlah penumpang mengaku mendengar suara ledakan dari dalam gerbong. Salah seorang penumpang bernama Tasya (25) mengatakan suara ledakan terdengar hingga tiga kali disertai kondisi listrik yang sempat mati dan menyala kembali.
"Tadi dengar ada ledakan. Jadi ledak gitu, (kereta) mati, (kereta) hidup lagi, ledak lagi, terus mati, hidup, ledak lagi, terus mati lagi. Enggak lama, kereta berhenti sampai sekarang. Ledakannya dari dalam KRL, kayak 'dug' gitu bunyinya," kata Tasya.
Menurut Tasya, situasi di dalam gerbong sempat membuat penumpang panik. Lampu kereta mati mendadak sehingga beberapa penumpang memilih turun karena khawatir terjadi hal yang lebih berbahaya.
"Saya kan berangkat dari Kampung Bandan mau ke Tangerang. Tadi turun di sini, pintunya (KRL) terbuka akhirnya tadi," katanya seperti dikutip dari Antara.
Pengakuan serupa disampaikan penumpang lain, Butar (45), yang berada di gerbong tiga saat insiden terjadi. Ia mengaku mendengar suara ledakan dari arah gerbong tempat dirinya berdiri.
"Saya tadi di gerbong tiga, terus dengar ada ledakan dari gerbong tiga. Tiga kali (bunyi ledakan), sekitar jam 17.00 tadi," kata Butar.
Setelah mendengar ledakan tersebut, Butar memutuskan berpindah ke gerbong paling depan demi alasan keamanan. Meski begitu, ia tetap bertahan di dalam kereta bersama sebagian penumpang lainnya sambil menunggu rangkaian kembali bergerak.
Insiden ini juga menarik perhatian warga sekitar. Banyak warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, berkumpul di dekat gerbong belakang yang berhenti tepat di area perlintasan jalan.
Akibat kereta yang terhenti cukup lama, palang perlintasan menuju Jalan Daan Mogot dan arah sebaliknya sempat tertutup total. Sejumlah pengendara terjebak antrean panjang dan memilih mencari jalur alternatif, sementara sebagian lainnya berhenti untuk menyaksikan proses evakuasi KRL tersebut.