Dampak Gempa M 6,7 di Parigi Moutong: Belasan Rumah Rusak, RS Tetap Siaga


  • Selasa, 16 Juni 2026 | 19:45
  • | News
 Dampak Gempa M 6,7 di Parigi Moutong: Belasan Rumah Rusak, RS Tetap Siaga Rumah warga di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah ambruk akibat dampak gempa magnitudo 6,7. (BPBD Parigi Moutong)

PARIGI, ARAHKITA.COM - Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 15 rumah warga. Data tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan di lapangan masih terus dilakukan oleh tim terkait.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai mengatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) masih bergerak untuk mengumpulkan informasi terbaru mengenai dampak gempa yang terjadi.

"Data ini masih bersifat sementara, karena Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan pendataan," kata Moh Rivai di Parigi, Selasa (16/6/2026).

Berdasarkan laporan sementara BPBD, kerusakan rumah tersebar di sejumlah wilayah. Di Desa Torue, Kecamatan Parigi Selatan, tercatat empat rumah terdampak dengan empat kepala keluarga (KK) terkena dampak. Sementara di Desa Tolai terdapat satu rumah terdampak yang dihuni satu KK dan satu warga lanjut usia.

Kerusakan paling banyak terjadi di Desa Torue, Kecamatan Torue, dengan sembilan rumah terdampak yang dihuni 15 KK atau 36 jiwa. Adapun di Desa Sausu Trans, Kecamatan Sausu, satu rumah dilaporkan mengalami dampak akibat guncangan gempa.

Meski menyebabkan kerusakan pada permukiman warga, BPBD memastikan hingga saat ini belum menerima laporan adanya korban jiwa maupun kerusakan fasilitas umum.

"Belum ada laporan korban jiwa, termasuk kerusakan fasilitas umum dari peristiwa itu. Kami terus melakukan pembaruan informasi kepada masyarakat, terkait penanganan pascagempa," ujarnya.

Di sisi lain, pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Anuntaloko mulai kembali berjalan normal. Sebelumnya, sejumlah pasien sempat dievakuasi ke luar ruangan sebagai langkah antisipasi saat gempa terjadi.

Plt Kepala RS Anuntaloko Irwan mengatakan sebagian besar pasien kini telah dipindahkan kembali ke ruang rawat inap. Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) juga sudah kembali dilakukan di dalam gedung rumah sakit.

"Sempat pasien dievakuasi ke luar ruangan, sekarang sebagian besar sudah kami kebalikan ke ruang perawatan. Meski begitu kami tetap bersiaga, khawatir terjadi gempa susulan," ucapnya.

Pihak rumah sakit mengimbau masyarakat dan pasien agar tetap tenang serta tidak mudah panik. Informasi terkait perkembangan situasi pascagempa akan terus diperbarui oleh Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bersama instansi berwenang.

"Kami juga sedang melakukan periksa anggota kondisi bangunan RS dan peralatan medis lainnya. Perkembangan informasi akan kami sampaikan selanjutnya," tutur Irwan.

Hingga kini, pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait masih melakukan pemantauan di sejumlah wilayah terdampak untuk memastikan kondisi masyarakat serta mempercepat penanganan pascagempa.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru