Pesan Prabowo di Harkopnas: Tinggalkan Dengki dan Curiga, Saatnya Bersatu


  • Minggu, 12 Juli 2026 | 19:45
  • | News
 Pesan Prabowo di Harkopnas: Tinggalkan Dengki dan Curiga, Saatnya Bersatu Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya saat puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7/2026). Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 Tahun 2026 itu bertemakan Koperasi Berdaya Indonesia Berjaya. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/bar/pri. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh masyarakat Indonesia memperkuat persatuan dan kembali menghidupkan semangat gotong royong. Dalam pidatonya pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79, Prabowo mengingatkan agar masyarakat tidak larut dalam budaya caci maki, dengki, maupun saling curiga yang hanya memecah belah bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo di hadapan ribuan peserta yang memadati Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (12/7/2026). Menurutnya, Indonesia akan jauh lebih kuat jika seluruh elemen bangsa memilih bekerja sama dibanding terus mempertajam perbedaan.

"Mari kita bersatu, mari kita gotong royong, mari kita kerja sama. Jangan ikut-ikut budaya caci maki, budaya dengki, budaya curiga," kata Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa bangsa Indonesia memiliki fondasi kuat berupa nilai kebersamaan. Karena itu, masyarakat diajak kembali mengedepankan sikap saling memaafkan, saling memahami, saling mengasihi, dan saling membantu dalam kehidupan sehari-hari.

Prabowo juga mengingatkan bahwa perbedaan suku, agama, latar belakang, maupun pilihan politik tidak boleh menjadi alasan untuk terus bertikai. Menurutnya, seluruh rakyat Indonesia adalah satu keluarga besar yang memiliki tujuan yang sama, yakni membangun bangsa yang lebih maju dan sejahtera.

"Tidak ada keberhasilan dengan bertikaian. Untuk apa kita bertikai? Kita ini satu keluarga," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo kembali menekankan pentingnya semangat gotong royong. Ia berharap masyarakat yang memiliki kemampuan lebih dapat membantu mereka yang masih membutuhkan, sementara semua pihak tetap bekerja sama demi kepentingan bersama.

"Yang kuat bantu yang lemah, yang lemah kerja sama yang baik. Insya Allah kita akan bangkit," kata Presiden dikutip Antara.

Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 tahun ini mengusung tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya." Momentum tersebut juga menandai dimulainya tahap operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diharapkan mampu memperkuat perekonomian masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Rangkaian Harkopnas 2026 tidak berhenti pada peringatan 12 Juli. Kementerian Koperasi juga menyiapkan sejumlah agenda lanjutan, termasuk peletakan batu pertama renovasi gedung bersejarah di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Gedung tersebut memiliki nilai penting dalam sejarah gerakan koperasi Indonesia karena menjadi lokasi penyelenggaraan Kongres Koperasi Pertama pada 12 Juli 1947. Peristiwa itulah yang kemudian menjadi dasar penetapan 12 Juli sebagai Hari Koperasi Nasional.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru