Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau LRT di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (14/10/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pengembangan transportasi publik di Jakarta terus berlanjut. Setelah jalur LRT Velodrome–Manggarai ditargetkan diresmikan pada Agustus mendatang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta langsung menyiapkan tahap berikutnya, yakni memperpanjang lintasan hingga kawasan Dukuh Atas.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan pembangunan jalur Manggarai–Dukuh Atas selesai pada 2028. Proyek senilai Rp2,1 triliun ini dinilai dapat berjalan lebih cepat karena tidak memerlukan proses pembebasan lahan, sehingga konstruksi bisa segera dimulai.
Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat jaringan transportasi massal Jakarta sekaligus mengurangi kemacetan di salah satu koridor tersibuk ibu kota.
Saat meninjau Stasiun LRT Rawamangun, Selasa (14/7/2026), Pramono mengatakan dirinya telah meminta jajaran terkait agar proyek Manggarai–Dukuh Atas dapat diselesaikan sesuai target.
"Saya tadi sudah minta kepada Ibu Asisten Keuangan untuk pembangunan dari Manggarai ke Dukuh Atas selesai di tahun 2028 dengan anggaran Rp2,1 triliun," ujar Pramono.
Seluruh pendanaan proyek tersebut akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta karena pembangunan sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Menurut Pramono, proyek ini memiliki keuntungan karena tidak terkendala pembebasan lahan.
"Sehingga tidak ada handicap atau rintangan untuk menunggu pembebasan lahan. Langsung bisa dibangun," katanya dikutip Antara.
Sementara itu, pembangunan jalur LRT Velodrome–Manggarai kini telah mencapai sekitar 95 persen. Jalur sepanjang 12,2 kilometer tersebut dilengkapi 11 stasiun dan ditargetkan mulai beroperasi setelah diresmikan pada Agustus mendatang.
Pramono berharap peresmian jalur tersebut dapat dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kehadiran LRT akan menjadi tonggak penting dalam transformasi sistem transportasi Jakarta.
Ia menilai konektivitas baru tersebut akan membantu mengatasi kemacetan, terutama pada jalur dari kawasan utara menuju pusat kota yang selama ini menjadi salah satu titik paling padat di Jakarta.
Dengan tersambungnya jaringan LRT hingga Dukuh Atas pada 2028, masyarakat diharapkan memiliki akses transportasi umum yang semakin terintegrasi, cepat, dan nyaman sehingga mobilitas di ibu kota menjadi lebih efisien.