Minggu, 30 Agustus 2026

Setelah Dukuh Atas, Pemprov DKI Siapkan LRT Jakarta ke JIS dan Stasiun Whoosh Halim


  • Selasa, 14 Juli 2026 | 20:00
  • | News
 Setelah Dukuh Atas, Pemprov DKI Siapkan LRT Jakarta ke JIS dan Stasiun Whoosh Halim Pembangunan LRT Jakarta 1B Veledrome-Manggarai yang sudah tersambung sepanjang 6,4 Kilometer. ANTARA/HO-LRT Jakarta/am.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Jaringan LRT Jakarta bakal terus bertambah. Setelah proyek perpanjangan jalur Manggarai-Dukuh Atas selesai, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan dua rute baru yang dinilai strategis. Jalur tersebut akan menghubungkan LRT Jakarta dengan Jakarta International Stadium (JIS) serta Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat integrasi transportasi publik sekaligus memudahkan mobilitas masyarakat di ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan, pengembangan jaringan LRT tidak berhenti di Dukuh Atas. Pemerintah telah menyiapkan rencana ekspansi menuju dua kawasan dengan aktivitas masyarakat yang sangat tinggi.

"Nanti dari sini, LRT Jakarta ada dua rute baru yang akan kita kembangkan. Yang satu ke JIS, yang sebenarnya trayeknya itu sudah mendapatkan izin dari Kementerian Perhubungan. Yang satu lagi ke KCIC, ke Whoosh Halim," kata Pramono saat meninjau kesiapan operasional LRT Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Saat ini, fokus utama Pemprov DKI adalah menyelesaikan pembangunan jalur LRT Manggarai-Dukuh Atas yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada 2027 dan ditargetkan selesai pada 2028.

Setelah proyek tersebut rampung, pemerintah akan melanjutkan pembangunan menuju JIS dan Stasiun Whoosh Halim. Kehadiran dua jalur baru ini diyakini akan memperkuat konektivitas antarmoda transportasi di Jakarta sehingga perjalanan masyarakat menjadi lebih cepat, nyaman, dan efisien.

Menurut Pramono, semakin banyak moda transportasi yang saling terhubung, semakin mudah pula masyarakat berpindah dari LRT ke kereta cepat, KRL, MRT, maupun transportasi umum lainnya.

Untuk merealisasikan proyek tersebut, Pemprov DKI juga membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta melalui skema creative financing. Menurutnya, kedua lintasan baru itu memiliki prospek penumpang yang tinggi sehingga dinilai menarik bagi investor.

"Saya yakin pasti ini, karena menjadi trayek yang padat, banyak orang yang bersedia dan mau," ujarnya dikutip Antara.

Apabila seluruh rencana tersebut terealisasi, jaringan LRT Jakarta akan semakin terintegrasi dengan berbagai moda transportasi massal. Selain meningkatkan konektivitas, pengembangan ini juga diharapkan mampu mengurangi kemacetan sekaligus mendorong lebih banyak warga beralih menggunakan transportasi publik.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru