Tim SAR gabungan mendengarkan arahan sebelum berangkat melakukan pencarian terhadap 13 penumpang perahu motor hilang kontak di perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Sabtu (25/7/2026). ANTARA/HO-Humas Kansar Palu
PALU, ARAHKITA.COM – Kabar melegakan datang dari operasi pencarian di perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Sebanyak 11 wisatawan asing bersama satu awak perahu motor yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Namun, hingga Sabtu (25/7/2026), nakhoda kapal bernama Ferdiansyah masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Kepala Seksi Operasi SAR Palu, Rusmadi, mengatakan informasi mengenai ditemukannya para korban diperoleh dari Kepala Kantor SAR Gorontalo.
"Berdasarkan informasi dari Kepala Kantor SAR Gorontalo, korban sudah ditemukan. Namun, nakhoda kapal atas nama Ferdiansyah, sampai saat ini masih belum ditemukan," ujar Rusmadi di Palu, Sabtu (25/7/2026).
Basarnas Kerahkan KN SAR Bhisma
Meski sebagian besar penumpang telah ditemukan dengan selamat, operasi pencarian belum dihentikan. Basarnas Palu masih mengerahkan KN SAR Bhisma untuk memperkuat pencarian terhadap nakhoda yang masih hilang.
Kapal SAR tersebut membawa 13 personel beserta perlengkapan pendukung operasi penyelamatan. KN SAR Bhisma bertolak dari Kabupaten Banggai pada pukul 09.40 Wita dan diperkirakan tiba di lokasi pencarian sekitar pukul 19.40 Wita.
Setibanya di lokasi, tim dari Sulawesi Tengah akan bergabung dengan personel SAR yang lebih dulu melakukan pencarian di kawasan Teluk Tomini.
Korban Sudah Dievakuasi ke Resor
Rusmadi menjelaskan, seluruh wisatawan yang berhasil ditemukan kini berada dalam kondisi aman di salah satu resor di Kabupaten Tojo Una-Una.
Pihak Basarnas masih berkoordinasi dengan pengelola resor terkait langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan mengevakuasi para wisatawan menuju Ampana atau Wakai.
"Saat ini korban berada di Tojo Una-Una. Untuk tindak lanjut apakah dievakuasi ke Ampana atau Wakai masih menunggu informasi. Kami juga berkoordinasi dengan pihak resor terkait kesiapan proses evakuasi atau transfer," katanya.
Berangkat Menuju Gorontalo, Lalu Hilang Kontak
Insiden ini bermula ketika sebuah perahu motor berangkat dari Sanctum Una-Una Dive Resort pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 07.30 Wita menuju Pelabuhan Marisa, Provinsi Gorontalo.
Perahu tersebut membawa 11 wisatawan asing dan dua nakhoda. Sesuai rencana, rombongan diperkirakan tiba sekitar pukul 11.00 Wita.
Namun hingga pukul 15.00 Wita, perahu belum juga mencapai tujuan. Kondisi tersebut membuat pemandu wisata melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor SAR Gorontalo sehingga operasi pencarian segera dilakukan.
Daftar Penumpang
Total terdapat 13 orang di atas perahu motor tersebut, yaitu Ferdiansyah (29), Arif (27), Milan Kasik (55), Rani Permentier (30), Mathijs Sercu (29), Jelka Van Driesum (16), Hinke Van Deer (59), Roeland Van Driesum (61), Age Van Driesum (18), Matthias Prange (50), Celine Josette Menguy (52), Hector Fabio Prange (20), dan Ronny Josue Prange (13).
Hingga berita ini ditulis, operasi pencarian terhadap nakhoda Ferdiansyah masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan harapan korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.