Kamis, 10 September 2026

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Dua Kali, PVMBG Imbau Masyarakat Jauhi Radius Bahaya


  • Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:00
  • | News
 Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Dua Kali, PVMBG Imbau Masyarakat Jauhi Radius Bahaya Foto Gunung Anak Krakatau dari CCTV PVMBG pada Sabtu (25/7/2026). ANTARA/HO-PVMBG

LAMPUNG SELATAN, ARAHKITA.COM – Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pada Sabtu (25/7/2026) sore, gunung api tersebut tercatat mengalami dua kali erupsi dengan kolom abu mencapai sekitar 300 meter di atas puncak.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan pertama terjadi pada pukul 16.52 WIB, disusul erupsi kedua pada pukul 18.00 WIB.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Suwarno, membenarkan adanya dua kali erupsi tersebut.

"Benar, hari ini terjadi dua kali erupsi. Erupsi pertama pada pukul 16.52 WIB dan yang kedua pukul 18.00 WIB. Tinggi kolom abu sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 457 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal mengarah ke barat laut," ujarnya.

Menurut Suwarno, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih bersifat fluktuatif. Kondisi ini membuat peluang terjadinya erupsi susulan masih tetap ada sehingga masyarakat di sekitar Selat Sunda diminta meningkatkan kewaspadaan tanpa perlu panik.

Ia mengingatkan masyarakat agar selalu mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan Badan Geologi melalui PVMBG dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

Suwarno menjelaskan, peningkatan aktivitas vulkanik yang terjadi sejak awal Juli menjadi perhatian serius para petugas pemantau. Karena itu, masyarakat diminta mematuhi seluruh rekomendasi mitigasi yang telah ditetapkan demi menghindari risiko akibat erupsi maupun lontaran material vulkanik.

Wisatawan, nelayan, maupun warga yang beraktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau diimbau tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya.

"Nelayan dan wisatawan diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius dua kilometer dari kawah," katanya.

Selain menjaga jarak aman, nelayan yang beraktivitas di perairan Selat Sunda juga diminta terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta memperhatikan informasi cuaca sebelum melaut.

PVMBG kembali mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan hanya mengacu pada informasi resmi dari lembaga berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru