PMII Cabang Tidore Kecam Tindakan Represif


  • Rabu, 02 Oktober 2019 | 16:30
  • | News
 PMII Cabang Tidore Kecam Tindakan Represif Aksi solidaritas PMII Cabang Tidore. (Arahkita/Apriyanto Daud)

TIDORE, ARAHKITA.COM - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Kota Tidore Kepulauan menggelar aksi unjuk rasa di depan Mako Polres Tidore Kepulauan merespon terkait dengan kabar duka dari Kendari Sulawesi Tenggara yang mana telah terjadi insiden penembakan pada salah satu mahasiswa saat mengikuti demonstrasi di depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu yang memakan korban jiwa, Rabu (2/10/2019).

Dalam aksinya sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam PMII Kota Tidore menyampaikan bahwa telah terjadi tindakan represif berlebihan yang dilakukan oleh oknum aparat keamanan terhadap massa aksi yang tengah melakukan aksi demonstrasi yang berujung pada meninggalnya Alm. Randi, salah satu aktivis PMII Cabang Kota Kendari Sulawesi Tenggara yang tertembak di bagian dada sangat tidak dibenarkan secara hukum karena melanggar HAM dan sangat bertentangan dengan cita-cita reformasi.

Berselang beberapa menit saat aksi unjuk rasa berlangsung Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Tidore Kepulauan AKBP Doly Heriyadi ,SIK, MSi turun langsung menemui para demonstran dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tidore.

Kapolres Tidore Kepulauan AKBP Doly Heriyadi,SIK,MSi saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa secara aturan sudah jelas dalam mengatasi atau mengantisipasi pengunjuk rasa sebagaimana diatur dalam Perkap Kapolri No 7 Tahun 2012 Pasal 9 dimana di dalamnya mengatur terkait dengan penyampaian pendapat di muka umum oleh warga Negara, aparatur pemerintah berkewajiban untuk memberikan pelayanan secara professional, melindungi HAM, menghargai prinsip praduga tak bersalah dan menyelenggarakan pengamanan.

“Mengamati beberapa point dalam Perkap Kapolri, maka jelas bagaimana tugas dari pihak keamanan semestinya menghadapi demonstran, sehingga peristiwa di Kendari sangat tidak dibenarkan, kekerasan bukan sebuah solusi untuk diterapkan di negara demokrasi, kekerasan adalah musuh utama demokrasi.” kata Kapolres.

Kapolres juga menambahkan bahwa kasus yang terjadi di Kendari Sulawesi Tenggara sebagaimana disampaikan pimpinan Polri, bahwa Polri akan mengusut tuntas pelaku penembakan dengan melakukan investigasi dilapangan yang libatkan internal Polri dan eksternal seperti Kompolnas. Ombudsman, IPW serta menghimbau kepada massa aksi untuk tetap menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi sesuai dengan aturan undang-undang.

Penyampaian Kapolres direspon baik oleh PMII Kota Tidore dan dilanjutkan dengan Salat Ghaib dan Doa bersama di Mako Polres Tidore Kepulauan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru