Sabtu, 19 September 2026

Polisi Ungkap Pelajar Dibacok di Grogol Ternyata Korban Tawuran, Bukan Aksi Begal


 Polisi Ungkap Pelajar Dibacok di Grogol Ternyata Korban Tawuran, Bukan Aksi Begal Kapolsek Grogol Petamburan AKP Reza Aditya memberikan keterangan kepada wartawan. (Antara)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Kepolisian akhirnya mengungkap fakta baru di balik kasus pelajar yang dibacok di Jalan Satria, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Remaja berinisial A yang sebelumnya diduga menjadi korban begal ternyata merupakan korban tawuran antara dua kelompok pelajar.

Insiden tersebut terjadi pada Kamis (7/5) dan sempat menyita perhatian publik setelah video korban yang terkapar dengan seragam sekolah berlumuran darah viral di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Instagram @warga.jakbar, korban terlihat bersimbah darah di tengah jalan sebelum dievakuasi warga ke rumah sakit.

Kapolsek Grogol Petamburan AKP Reza Aditya menjelaskan, kesimpulan itu diperoleh setelah polisi memeriksa sejumlah saksi dan meminta keterangan langsung dari korban.

“Jadi setelah kita lakukan penyelidikan lebih lanjut dan juga kita minta keterangan dari para saksi maupun korban, kejadian ini adalah konflik antara dua kelompok pelajar yang menyebabkan terjadinya penyerangan yang terjadi di Jalan Satria,” ujar Reza kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Sebelumnya, korban diduga menjadi sasaran begal karena sepeda motor yang ditumpanginya disebut hilang usai penyerangan. Namun, polisi telah menemukan kendaraan tersebut di sebuah gang di wilayah Tambora, Jakarta Barat.

“Motor tersebut ditemukan ditinggalkan begitu saja di sebuah gang di daerah Tambora. Saat ditemukan, motor langsung kami amankan ke Polsek,” ujarnya.

Meski motor sudah ditemukan, polisi masih mendalami siapa yang membawa kendaraan itu dari lokasi kejadian. Hal ini karena tidak ada kamera pengawas yang mengarah langsung ke titik penyerangan.

"Kami belum bisa memastikan apakah kelompok penyerang yang mengambil motornya atau orang lain,” kata Reza.

Berdasarkan hasil penyelidikan, tawuran bermula ketika sekelompok pelajar berkumpul di depan Terminal Grogol untuk nongkrong. Situasi berubah ketika kelompok lain datang sambil membawa senjata tajam dan diduga hendak menyerang.

“Saat melihat kelompok penyerang, mereka lari membubarkan diri, tapi ada yang tetap dikejar oleh kelompok ini sehingga terjadilah penyerangan tersebut,” ucap Reza.

Dalam kasus ini, polisi menyebut para pihak memilih untuk menyelesaikan persoalan secara damai. Meski demikian, aparat tetap mengingatkan orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hari.

“Kami juga mau menghimbau kepada seluruh masyarakat, terutama para orang tua tolong sampaikan kepada anak-anaknya, jika sudah tidak ada kepentingan lagi di luar atau kegiatan lain, lebih baik di rumah saja," ujar Kapolsek.

Saat ini kondisi korban dilaporkan mulai membaik, meski masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Sumber Waras akibat luka tusuk yang dideritanya.

Video yang beredar juga memperlihatkan sebilah senjata tajam jenis celurit yang diduga digunakan untuk melukai korban. Warga sekitar yang melihat kejadian langsung memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke rumah sakit.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hukum & Kriminalitas Terbaru