Aryna Sabalenka Tantang Jessica Pegula di Semifinal Wuhan Open 2025: Misi Pertahankan Gelar


 Aryna Sabalenka Tantang Jessica Pegula di Semifinal Wuhan Open 2025: Misi Pertahankan Gelar Arsip foto - Petenis Belarus Aryna Sabalenka mengepalkan tangan setelah meraih angka atas lawannya petenis Amerika Serikat (AS) Jessica Pegula ​​​​​​​ pada pertandingan semifinal tunggal putri Kejuaraan Tenis AS Terbuka 2025 di New York, Amerika Serikat, Jumat (5/9/2025). ANTARA FOTO/Xinhua/Wu Xiaoling/nym.

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Petenis peringkat satu dunia Aryna Sabalenka akan kembali berhadapan dengan Jessica Pegula di babak semifinal Wuhan Open 2025, Sabtu (11/10/2025), dalam upaya mempertahankan gelar juaranya di turnamen bergengsi WTA 1000 tersebut.

Sabalenka, yang tampil dominan sepanjang turnamen, tercatat telah menang 8 kali dari 10 pertemuannya dengan Pegula, termasuk empat kemenangan beruntun. Meski begitu, sang juara bertahan mengakui bahwa setiap duel dengan Pegula selalu memberi tekanan dan motivasi tersendiri.

“Kami sudah banyak bermain di pertandingan-pertandingan penting. Jessica selalu memaksa saya untuk tampil di level terbaik. Saya punya banyak kenangan indah melawannya,” ujar Sabalenka seperti dikutip dari WTA.

Pada perempat final, Sabalenka menyingkirkan petenis peringkat delapan dunia Elena Rybakina dengan skor 6-3, 6-3. Kemenangan itu memperpanjang rekor luar biasanya di Wuhan menjadi 20 kemenangan tanpa kekalahan. Jika mampu menundukkan Pegula, Sabalenka akan menyamai rekor Serena Williams yang mencatat 21 kemenangan beruntun di turnamen WTA 1000.

Turnamen tahun ini menjadi penampilan keempat Sabalenka di Wuhan Open, di mana ia sudah mengoleksi tiga gelar juara. Dua kemenangan lagi akan membawanya menorehkan sejarah dengan gelar keempat di ajang yang sama.Sementara itu, Jessica Pegula melaju ke semifinal setelah menundukkan petenis kualifikasi Katerina Siniakova dengan skor 2-6, 6-0, 6-3. Di usia 31 tahun, Pegula menjadi pemain tertua yang masih bertahan dan satu-satunya petenis yang sukses menembus semifinal di Beijing dan Wuhan dalam musim yang sama.

Pegula juga menunjukkan ketangguhannya sepanjang turnamen. Ia beberapa kali harus berjuang lewat tiga set, termasuk saat menyelamatkan tiga match point melawan Emma Raducanu di Beijing sebelum kalah di semifinal dari Linda Noskova.

“Saya puas dengan kemampuan saya beradaptasi. Kondisinya lembap dan tidak mudah, tapi saya dan tim mampu mencari solusi agar bisa tampil lebih baik di dua turnamen ini,” ujar Pegula dilansir Antara.

Secara statistik, Sabalenka unggul 8-2 dalam rekor pertemuan (head to head) atas Pegula. Meski begitu, Pegula sempat mencuri set pertama dalam semifinal US Open 2025 sebelum akhirnya dikalahkan. Pertemuan mereka diprediksi kembali berlangsung ketat dan menarik, mengingat empat set terakhir di antara keduanya selalu berakhir dengan skor tipis 7-5 untuk Sabalenka.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru