Loading
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan berpose dengan medali usai upacara penghargaan pemenang (UPP) final tunggal putra bulu tangkis SEA Games 2025 di Gymnasium Thammasat University, Pathum Thani, Bangkok, Thailand, Minggu (14/12/2025). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/agr (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, memandang Malaysia Open 2026 sebagai momentum krusial untuk membuka perjalanan kompetisi sepanjang musim 2026. Turnamen ini menjadi titik awal perburuan poin menuju BWF World Tour Finals 2026.
Ajang Super 1000 tersebut akan digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, pada 6–11 Januari 2026, sekaligus menandai dimulainya kalender resmi turnamen bulu tangkis dunia tahun ini.
Alwi mengaku bersyukur bisa langsung tampil di level tertinggi sejak awal musim. Menurutnya, awal tahun selalu menghadirkan peluang yang sama bagi semua pemain karena perolehan poin kembali dimulai dari nol.
“Bangga bisa langsung bermain di Super 1000. Tahun baru berarti awal yang baru, race menuju World Tour Finals juga terbuka lagi,” ujar Alwi dalam keterangan resmi PP PBSI, Minggu (4/1/2026).
Ia menyadari turnamen pembuka musim kerap menyimpan tantangan tersendiri. Seluruh pemain datang dengan motivasi tinggi dan kondisi fisik yang relatif segar setelah jeda kompetisi.
Menghadapi situasi tersebut, Alwi memilih untuk tidak membebani diri dengan target jangka pendek. Fokus utamanya adalah menampilkan permainan terbaik dan menjaga konsistensi sejak laga awal.
“Di turnamen pertama, semua pemain punya semangat dan antusiasme baru. Saya juga ingin menikmati prosesnya,” katanya.
Alwi berharap tren positif di penghujung musim lalu dapat menjadi modal penting untuk memulai 2026 dengan performa yang stabil. Kesempatan tampil di turnamen Super 1000 sejak awal musim, menurutnya, harus dimaksimalkan.
“Kita manfaatkan momentum yang ada. Saya ingin mengeluarkan permainan terbaik di setiap pertandingan,” ujar Alwi.
Meski berambisi mengumpulkan poin, Alwi menegaskan dirinya tetap mengedepankan usaha maksimal tanpa terlalu terbebani hasil akhir.
“Tugas saya berjuang sebaik mungkin. Selebihnya saya serahkan hasilnya kepada Tuhan,” ucapnya dikutip Antara.
Malaysia Open dikenal sebagai salah satu turnamen dengan tingkat persaingan tertinggi di kalender BWF. Bagi Alwi, ajang ini menjadi panggung awal untuk mengukur kesiapan sekaligus membuka langkah panjangnya sepanjang musim 2026.
Selain Alwi, Indonesia juga menurunkan Jonatan Christie di sektor tunggal putra, sementara sektor tunggal putri akan diwakili Putri Kusuma Wardani.