Loading
Pelatih timnas Argentina, Lionel Scaloni. (AFA)
JAKARTA ARAHKITA.COM - Pelatih timnas Argentina, Lionel Scaloni, mengaku tidak puas dengan penampilan anak asuhnya meski sukses menaklukkan Mauritania 2-1 dalam laga persahabatan di Stadion Alberto Armando, Buenos Aires, Sabtu (28/3/2026) pagi WIB.
Kemenangan itu memang mengamankan hasil positif, tetapi dari segi permainan, Argentina dinilai belum menunjukkan performa terbaiknya.
"Hari ini tim tidak tampil baik. Kami harus bekerja keras lagi dan melakukan perbaikan," ujar Scaloni dikutip dari laman resmi Federasi Sepak Bola Argentina (AFA).
Kalah Statistik, Menang Skor
Secara statistik, Argentina justru kalah agresif dari Mauritania. Berdasarkan data Fotmob, Lionel Messi dan kawan-kawan hanya mencatatkan tujuh percobaan tembakan dengan empat tepat sasaran.
Sebaliknya, Mauritania mampu melepaskan 11 tembakan, dengan empat di antaranya mengarah ke gawang. Fakta ini menjadi perhatian serius bagi Scaloni.
"Itu menunjukkan dengan jelas tidak ada lawan yang mudah. Padahal, ketika tampil bagus, kami bisa bersaing dengan tim mana pun," tutur pelatih yang membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 tersebut.
Gol kemenangan Argentina dicetak oleh Enzo Fernández pada menit ke-17 dan Nico Paz menit ke-32. Sementara satu-satunya gol Mauritania hadir lewat Jordan Lefort pada masa injury time (90+4').
Laga ini menjadi pertemuan pertama kedua tim di level senior, meski sebelumnya mereka sudah tiga kali berjumpa di kelompok usia U-20.
Cedera Pemain Jadi Pukulan Berat
Selain performa tim, Scaloni juga menyoroti kabar buruk dari dua pemain muda Argentina yang dipastikan absen di Piala Dunia 2026.
Joaquin Panichelli, penyerang 23 tahun yang bermain untuk Strasbourg, mengalami cedera lutut saat sesi latihan menjelang laga kontra Mauritania. Cedera tersebut membuatnya tak bisa melanjutkan perjuangan menuju turnamen besar mendatang.
Sementara itu, Juan Foyth mengalami cedera robek achilles pada Januari 2026 saat membela Villarreal dalam laga melawan Real Madrid.
"Kamis yang sangat sedih untuk Joaquin (Panichelli-red). Dia sudah berlatih dengan baik. Saya mengirimkan simpati untuknya, termasuk Juan Foyth," tutur Scaloni.
Kehilangan dua pemain ini menjadi tantangan tersendiri bagi Argentina dalam menyusun skuad terbaik menuju Piala Dunia 2026.
Uji Coba Terakhir Sebelum Skuad Final
Setelah menghadapi Mauritania, Argentina dijadwalkan melakoni laga uji coba melawan Zambia pada Rabu (1/4) pagi WIB. Pertandingan tersebut akan menjadi kesempatan terakhir bagi Scaloni untuk mengevaluasi performa tim sebelum mengumumkan skuad final menuju Piala Dunia 2026.
Meski meraih kemenangan, pesan Scaloni jelas: Argentina belum berada di level terbaiknya. Evaluasi dan perbaikan menjadi kunci jika mereka ingin kembali bersaing di panggung dunia.