Loading
Pelatih Tottenham Hotspur, Igor Tudor. (Tottenham Hotspur)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Keputusan mengejutkan datang dari klub Liga Inggris, Tottenham Hotspur, yang resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Igor Tudor. Pemecatan ini terjadi hanya enam pekan setelah sang pelatih ditunjuk untuk menangani tim asal London Utara tersebut.
Melalui pernyataan resmi klub pada Senin (30/3/2026), Tottenham menyebut bahwa keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara kedua belah pihak. Selain Tudor, dua staf pelatih lainnya, yakni Tomislav Rogic dan Riccardo Ragnacci, juga turut meninggalkan klub.
“Kami berterima kasih kepada Igor, Tomislav, dan Riccardo atas kerja keras mereka selama enam pekan terakhir, di mana mereka bekerja tanpa lelah,” demikian pernyataan resmi klub.
Tidak hanya itu, Tottenham juga menyampaikan empati kepada Tudor yang tengah menghadapi situasi pribadi sulit. “Kami juga turut berduka cita atas kehilangan yang baru-baru ini dialami Igor dan menyampaikan dukungan kami kepadanya dan keluarganya di masa sulit ini,” lanjut pernyataan tersebut.
Tudor sendiri baru ditunjuk sebagai pelatih pada 14 Februari 2026, menggantikan Thomas Frank yang lebih dulu diberhentikan. Namun, masa jabatannya terbilang singkat dan jauh dari kata memuaskan.
Selama menangani Tottenham, pelatih asal Kroasia itu hanya memimpin tim dalam tujuh pertandingan di berbagai kompetisi. Hasilnya, Spurs hanya meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, dan menelan lima kekalahan, dengan rata-rata poin 0,57 per pertandingan.
Satu-satunya kemenangan yang diraih terjadi saat Tottenham mengalahkan Atletico Madrid dengan skor 3-2 pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA. Meski demikian, hasil tersebut tidak cukup untuk membawa mereka melaju ke babak berikutnya.
Manajemen klub memastikan bahwa pengumuman terkait pelatih kepala baru akan disampaikan dalam waktu dekat. Hingga saat ini, belum ada nama resmi yang diumumkan sebagai pengganti Tudor.
Pemecatan cepat ini menunjukkan bahwa Tottenham tengah mencari stabilitas dan performa yang lebih konsisten demi bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.