Gattuso Waspadai Bosnia di Playoff Piala Dunia 2026, Soroti Barbarez dan Edin Dzeko


 Gattuso Waspadai Bosnia di Playoff Piala Dunia 2026, Soroti Barbarez dan Edin Dzeko Skuad timnas Italia 2025/2026. (FIGC)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Timnas Italia bersiap menghadapi laga krusial melawan Bosnia dan Herzegovina pada final play-off A Piala Dunia 2026 zona Eropa. Pertandingan yang digelar di Zenica, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB, diprediksi berlangsung ketat.

Pelatih Italia, Gennaro Gattuso, mengaku tak ingin meremehkan tuan rumah. Apalagi, Bosnia kini ditangani sosok unik, Sergej Barbarez, yang dikenal aktif sebagai pemain poker sejak pensiun dari sepak bola.

"Dia (Barbarez-red) adalah pemain poker yang hebat. Oleh karena itu dia cerdas dan mengerti isi kepala para pemainnya," ujar Gattuso, dikutip dari laman Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Selasa (31/3/2026).

Barbarez memang terjun ke dunia poker profesional sejak gantung sepatu pada 2008 dan beberapa kali mengikuti turnamen tingkat dunia. Gattuso pun melihat latar belakang tersebut sebagai nilai tambah dalam membaca situasi pertandingan.

Italia Siap Hadapi Semua Skenario

Dengan nada bercanda, Gattuso sempat menyebut kemungkinan “parkir bus” jika timnya unggul lebih dulu. Namun ia menegaskan Italia datang dengan kesiapan penuh menghadapi segala situasi.

"Apapun yang terjadi, saya yang akan bertanggung jawab, meski itu menjadi pukulan berat kalau berupa hasil buruk. Namun, saat ini tim dalam kondisi fokus dan tenang," tutur dia.

Menurut Gattuso, tak ada alasan yang bisa dijadikan pembenaran jika hasil tak sesuai harapan. Fokus dan mental menjadi kunci di laga penentuan menuju Piala Dunia FIFA 2026 tersebut.

Edin Dzeko Tetap Tajam di Usia 40

Gattuso juga memberi perhatian khusus pada penyerang senior Bosnia, Edin Džeko. Meski telah berusia 40 tahun, Dzeko dinilai masih berbahaya di kotak penalti.

Eks pemain Manchester City, AS Roma, dan Inter Milan itu dikenal punya insting gol kuat serta pengalaman panjang di level tertinggi Eropa.

"Dua penyerang mereka (Bosnia-red) termasuk Dzeko mempunyai pergerakan bagus untuk menerima umpan silang. Saya berhubungan baik dengan Dzeko. Dia seorang profesional, sang juara dan orang yang baik," kata Gattuso.

Donnarumma: Kami Juga Merasakan Tekanan

Sementara itu, kiper utama Italia, Gianluigi Donnarumma, tak menampik adanya tekanan besar di skuad Gli Azzurri.

Italia terakhir kali tampil di Piala Dunia pada 2014. Setelah itu, mereka gagal lolos pada edisi 2018 dan 2022. Situasi tersebut membuat laga playoff kali ini terasa sangat menentukan.

"Kami juga manusia yang merasakan tekanan. Namun, kami mesti menyimpan energi untuk pertandingan. Kami akan memberikan segalanya di lapangan. Itu akan menjadi laga yang sengit," ujar Donnarumma.

Dengan beban sejarah dan ambisi besar untuk kembali ke panggung dunia, duel Italia vs Bosnia di Zenica dipastikan berlangsung panas. Fokus, mental, dan efektivitas di depan gawang bisa menjadi pembeda dalam laga hidup-mati menuju Piala Dunia 2026.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru