Paus Leo XIV: Piala Dunia 2026 Jadi Pengingat Pentingnya Kebersamaan


 Paus Leo XIV: Piala Dunia 2026 Jadi Pengingat Pentingnya Kebersamaan Paus Leo XIV merayakan Malam Paskah di Basilika Santo Petrus di Kota Vatikan, Vatikan pada 4 April 2026. ANTARA
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Menjelang dimulainya Piala Dunia 2026, Paus Leo XIV menyampaikan pesan reflektif tentang makna sepak bola dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, olahraga paling populer di dunia itu tidak hanya menghadirkan persaingan, tetapi juga mengajarkan pentingnya kebersamaan dan solidaritas antar manusia.

Melalui akun media sosial resminya, Kamis (11/6/2026), Paus Leo XIV menilai bahwa sepak bola menjadi simbol bagaimana manusia seharusnya hidup berdampingan dan saling mendukung.

“Piala Dunia dimulai besok, dan banyak orang akan menonton pertandingannya. Sepak bola mengingatkan kita pada sesuatu yang tidak boleh kita lupakan: hidup bukanlah perlombaan untuk pamer sendiri, tetapi jalan yang kita pelajari untuk dilalui bersama,” tulis Paus Leo XIV.

Ia menegaskan bahwa kemampuan individu saja tidak cukup dalam sebuah permainan. Kerja sama dan kepedulian terhadap sesama menjadi unsur yang menentukan keberhasilan sebuah tim maupun kehidupan bermasyarakat.

“Siapa pun yang tidak tahu cara mengoper bola, meskipun berbakat, belum memahami permainan ini. Siapa pun yang tidak tahu cara hidup bersama dan untuk orang lain belum memahami hidup,” lanjutnya.

Pesan tersebut hadir di tengah antusiasme dunia menyambut Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli. Turnamen edisi kali ini mencatat sejarah baru karena untuk pertama kalinya digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Laga pembuka akan mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City. Pertandingan tersebut menjadi penanda dimulainya pesta sepak bola terbesar di dunia yang akan berlangsung selama lebih dari satu bulan.

Selain format penyelenggaraan yang unik, Piala Dunia 2026 juga menjadi edisi pertama yang diikuti 48 tim nasional dari enam konfederasi. Jumlah peserta itu meningkat signifikan dibandingkan edisi sebelumnya yang hanya melibatkan 32 negara.

Dengan skala yang lebih besar, turnamen ini diharapkan tidak hanya menghadirkan pertandingan berkualitas, tetapi juga memperkuat semangat persatuan global sebagaimana pesan yang disampaikan Paus Leo XIV menjelang kick-off kompetisi.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru