Loading
Skuad tim nasional Belanda saat menghadapi Uzbekistan pada laga persahabatan
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Tim nasional Belanda kembali menatap panggung terbesar sepak bola dunia dengan satu target yang belum pernah berhasil mereka raih: menjadi juara Piala Dunia.
Julukan sebagai salah satu kekuatan tradisional sepak bola dunia belum cukup bagi Oranje untuk menghapus status sebagai "raja tanpa mahkota". Dalam sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia, Belanda sudah tiga kali melangkah hingga partai final, yakni pada 1974, 1978, dan 2010. Namun, setiap kesempatan itu berakhir dengan kekecewaan karena gagal mengangkat trofi.
Kini, pada Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, generasi baru Belanda kembali membawa harapan besar. Dipimpin kapten Virgil van Dijk, skuad asuhan Ronald Koeman bertekad mengakhiri penantian panjang sekaligus menorehkan sejarah baru bagi sepak bola Negeri Kincir Angin.
Koeman datang dengan kombinasi ideal antara pengalaman dan energi muda. Sejumlah pemain senior yang menjadi tulang punggung saat Piala Dunia 2022 masih dipercaya memperkuat tim, termasuk Van Dijk, Denzel Dumfries, Memphis Depay, dan Tijjani Reijnders.
Di sisi lain, sejumlah talenta muda mulai mengambil peran penting dalam proyek jangka panjang Koeman. Perpaduan generasi ini membuat Belanda dinilai memiliki kedalaman skuad yang cukup untuk bersaing dengan negara-negara unggulan lainnya.
Secara historis, Belanda juga memiliki rekam jejak yang mengesankan di Piala Dunia. Dari 11 edisi terakhir yang mereka ikuti, Oranje selalu mampu lolos dari fase grup. Konsistensi tersebut menjadi modal berharga saat menghadapi persaingan yang semakin ketat di turnamen edisi 2026.
Performa Belanda selama kualifikasi pun menunjukkan kesiapan mereka. Oranje tampil sebagai pemuncak Grup G zona Eropa dengan catatan tak terkalahkan. Dari delapan pertandingan, Belanda mengoleksi 20 poin berkat enam kemenangan dan dua hasil imbang.
Produktivitas lini serang serta solidnya pertahanan menjadi salah satu kekuatan utama tim. Kehadiran pemain-pemain yang berkarier di liga elite Eropa membuat Belanda dipandang sebagai salah satu kandidat kuat untuk melangkah jauh.
Pada fase grup Piala Dunia 2026, Belanda tergabung di Grup F bersama Jepang, Swedia, dan Tunisia. Meski di atas kertas lebih diunggulkan, Oranje tetap harus waspada. Jepang dikenal sebagai salah satu kekuatan terbaik Asia yang kerap membuat kejutan di Piala Dunia, sementara Swedia memiliki tradisi kuat di level internasional. Tunisia juga berpotensi menjadi lawan yang menyulitkan.
Laga pembuka kontra Jepang pada 15 Juni diprediksi menjadi ujian awal bagi Van Dijk dan kolega. Hasil positif di pertandingan pertama bisa menjadi fondasi penting untuk mengamankan tiket ke babak gugur.
Berikut daftar pemain Belanda untuk Piala Dunia 2026:
Kiper: Mark Flekken (Bayer Leverkusen), Robin Roefs (Sunderland), Bart Verbruggen (Brighton & Hove Albion).
Bek: Nathan Aké (Manchester City), Denzel Dumfries (Inter Milan), Jorrel Hato (Chelsea), Jurriën Timber (Arsenal), Micky van de Ven (Tottenham Hotspur), Virgil van Dijk (Liverpool), Jan Paul van Hecke (Brighton & Hove Albion).
Gelandang: Frenkie de Jong (Barcelona), Marten de Roon (Atalanta), Ryan Gravenberch (Liverpool), Justin Kluivert (Bournemouth), Teun Koopmeiners (Juventus), Tijjani Reijnders (Manchester City), Guus Til (PSV Eindhoven), Quinten Timber (Olympique Marseille), Mats Wieffer (Brighton & Hove Albion).
Penyerang: Brian Brobbey (Sunderland), Memphis Depay (Corinthians), Cody Gakpo (Liverpool), Noa Lang (Galatasaray), Donyell Malen (AS Roma), Crysencio Summerville (West Ham United), Wout Weghorst (Ajax Amsterdam).
Jadwal Belanda di Grup F Piala Dunia 2026:
Belanda vs Jepang, Senin 15 Juni pukul 03.00 WIB
Belanda vs Swedia, Minggu 21 Juni pukul 00.00 WIB
Tunisia vs Belanda, Jumat 26 Juni pukul 06.00 WIB
Dengan komposisi pemain yang matang, pengalaman tampil di kompetisi elite Eropa, serta catatan impresif sepanjang kualifikasi, Belanda datang ke Piala Dunia 2026 bukan sekadar sebagai peserta. Oranje membawa misi besar untuk akhirnya mengubah status runner-up menjadi juara dan mengakhiri penantian gelar dunia yang sudah berlangsung lebih dari setengah abad.