Kylian Mbappe Sedih, Prancis Gagal Tutup Era Deschamps dengan Kemenangan


 Kylian Mbappe Sedih, Prancis Gagal Tutup Era Deschamps dengan Kemenangan Pemain bintang tim nasional Prancis Kylian Mbappe berselebrasi setelah mencetak gol ke gawang Inggris saat laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026, Minggu. Prancis kalah 4-6 oleh Inggris. (X/FIFAWorldCup)

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Rekor boleh tercipta, tetapi bagi Kylian Mbappe, kemenangan tetap memiliki arti yang jauh lebih besar. Penyerang tim nasional Prancis itu mengaku sedih karena gagal memberikan hadiah perpisahan yang indah bagi pelatih Didier Deschamps setelah Les Bleus takluk dari Inggris pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026.

Kekalahan 4-6 di Stadion Miami, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026), menjadi penutup perjalanan panjang Deschamps bersama tim nasional Prancis selama 14 tahun. Bagi Mbappe dan rekan-rekannya, hasil tersebut meninggalkan penyesalan mendalam.

"Kami tetap kalah, dan itu sangat disayangkan untuk pelatih Didier Deschamps. Kami ingin memberikan sesuatu untuknya. Babak pertama memang memberi kesan bahwa kami mengecewakannya, padahal sama sekali bukan itu yang kami inginkan," ujar Mbappe seperti dikutip dari laman resmi FIFA.

Prancis tampil jauh dari harapan sepanjang babak pertama. Mereka kebobolan empat gol tanpa mampu memberikan perlawanan berarti. Mbappe bahkan menilai penampilan timnya saat itu sangat buruk hingga seolah-olah tidak menghormati seragam kebanggaan tim nasional Prancis.

Menurut penyerang Real Madrid tersebut, suasana ruang ganti saat turun minum dipenuhi rasa kecewa. Para pemain menyadari mereka harus bangkit jika tidak ingin menutup turnamen dengan penampilan yang memalukan.

Respons itu akhirnya terlihat pada babak kedua. Prancis bermain jauh lebih agresif dan mampu mencetak empat gol. Mbappe menjadi motor kebangkitan dengan menyumbang dua gol dan satu assist, meski upaya tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan.

"Kami benar-benar terpukul, dan lawan membangunkan kami dengan keras. Pada babak kedua, kami kembali menjadi pemain-pemain kelas dunia, menjadi mesin dengan mentalitas kuat," kata Mbappe dikutip Antara.

Di balik kekecewaan itu, Mbappe tetap mengukir sejarah. Dua gol tambahan membuat koleksi golnya di Piala Dunia 2026 menjadi 10 gol, menjadikannya top skor sementara turnamen dan unggul atas Lionel Messi yang mengoleksi delapan gol.

Tak hanya itu, Mbappe kini juga menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan total 22 gol. Ia melewati rekor Messi yang mengemas 21 gol, sebuah pencapaian luar biasa yang diraih hanya dalam tiga edisi Piala Dunia.

Prestasi tersebut juga membuat Mbappe menyamai catatan legenda Jerman Gerd Muller sebagai pencetak gol terbanyak ketiga dalam satu edisi Piala Dunia dengan torehan 10 gol.

Kini, Mbappe hanya terpaut satu gol dari legenda Hungaria Sandor Kocsis yang mencetak 11 gol pada Piala Dunia 1954. Sementara rekor sepanjang masa dalam satu edisi masih dipegang legenda Prancis, Just Fontaine, dengan 13 gol pada Piala Dunia 1958.

Meski pulang tanpa kemenangan dan gagal mempersembahkan akhir yang manis bagi Deschamps, Mbappe tetap meninggalkan jejak bersejarah. Namun bagi sang bintang, rekor pribadi tampaknya belum mampu menghapus rasa kecewa karena gagal mengantar pelatih yang telah membentuk generasi emas Prancis itu menutup pengabdiannya dengan sebuah kemenangan.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru