Loading
Mobil sport listrik Yangwang U9 melaju di sirkuit segala medan BYD di Zhengzhou, China, Rabu (14/1/2026). (ANTARA/HO-BYD)
BEIJING, ARAHKITA.COM – Produsen otomotif asal Tiongkok, BYD, dikabarkan tengah mempertimbangkan keterlibatan di ajang Formula 1 seiring perubahan regulasi besar pada musim 2026 yang semakin menekankan teknologi elektrifikasi.
Wakil Presiden Eksekutif BYD, Li Ke, mengonfirmasi bahwa perusahaan sedang mengevaluasi berbagai opsi keterlibatan, termasuk kemungkinan menjadi tim peserta, pemasok sistem powertrain hybrid, hingga sponsor resmi.
“Kami sedang mempertimbangkan beberapa kemungkinan peran di Formula 1 dan telah berdiskusi dengan pihak Formula 1, termasuk bertemu dengan Stefano Domenicali di Shanghai,” ujar Li Ke, dikutip dari Carnewschina.
Meski demikian, hingga kini belum ada keputusan resmi maupun jadwal keterlibatan yang diumumkan oleh perusahaan.
Perubahan regulasi Formula 1 pada 2026 akan meningkatkan porsi tenaga listrik dalam sistem hybrid, menjadikan teknologi manajemen energi dan elektrifikasi sebagai faktor utama performa mobil balap.
Kondisi ini dinilai sejalan dengan kekuatan BYD yang selama ini dikenal sebagai salah satu pemain besar dalam teknologi baterai dan kendaraan listrik global.
BYD disebut tengah mempertimbangkan tiga skenario utama: bergabung sebagai tim penuh, menjadi pemasok teknologi powertrain, atau hanya berpartisipasi sebagai sponsor. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Formula 1 dipandang bukan sekadar ajang promosi, tetapi juga laboratorium pengembangan teknologi.
Sebelumnya, laporan internal menyebutkan bahwa BYD juga membahas potensi persaingan dengan tim-tim besar seperti Ferrari dan McLaren, meski belum ada konfirmasi resmi terkait hal tersebut.
Sebagai salah satu produsen kendaraan listrik terbesar di dunia, BYD mencatat penjualan sekitar 4,6 juta unit pada 2025. Perusahaan ini terus memperluas portofolio ke segmen performa tinggi, termasuk pengembangan mobil supercar konsep Formula X (FCB) yang direncanakan meluncur pada 2027.
Saat ini, rencana keterlibatan BYD di Formula 1 masih berada pada tahap kajian awal tanpa komitmen final, dengan fokus utama pada kesesuaian strategi jangka panjang di era elektrifikasi balap.