Loading
Ilustrasi pelaku penipuan digital. ANTARA/HO-Pexels/Tima Miroshnichenko
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Menjelang pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), risiko penipuan digital meningkat drastis. Data VIDA sepanjang 2025 menunjukkan kasus penipuan digital melonjak terutama saat momen THR, ketika aktivitas transaksi dan mobilitas masyarakat tinggi.
Founder & Group CEO VIDA, Niki Luhur, mengatakan masyarakat harus lebih waspada. "Penipuan selalu beradaptasi. Setiap kali sistem keamanan diperkuat, pelaku mencoba teknik baru yang lebih kompleks. Mereka memanfaatkan celah keamanan dan literasi digital masyarakat, serta momentum tertentu, seperti THR, untuk melancarkan aksinya," jelas Niki.
Menurut Niki, ada dua modus penipuan digital yang paling sering terjadi menjelang THR:
1. Phising atau Smishing
Metode ini memancing korban untuk mengklik tautan palsu dan memasukkan data sensitif seperti username, password, atau OTP melalui SMS. "Pelaku bisa menyamar sebagai instansi logistik atau menawarkan promo palsu, bahkan melalui fake BTS sehingga pesan tampak resmi," imbuh Niki.
2. Malware
Pelaku mengirimkan file berbahaya, biasanya APK, yang tampak seperti dokumen penting—misalnya status pengiriman paket atau undangan. Jika diunduh, malware ini dapat memantau perangkat korban, termasuk mencuri password dan data pribadi.
Kedua modus memiliki tujuan serupa: memperoleh akses ke kredensial pengguna. Niki menekankan, “Password saja tidak cukup. Penting bagi masyarakat untuk melindungi perangkat serta identitas biometrik yang tersimpan, karena itu gerbang utama menuju layanan finansial digital.”
VIDA mendorong gerakan #JanganAsalKlik agar masyarakat lebih berhati-hati menjelang pencairan THR. Niki menambahkan, “Jangan sembarangan mengklik tautan, mengunduh aplikasi, atau membagikan data pribadi. Kesadaran dan ketelitian bisa menyelamatkan dari modus penipuan yang semakin canggih.”
Dengan kewaspadaan dan proteksi ganda pada perangkat serta identitas digital, masyarakat dapat tetap menikmati momen THR tanpa risiko kehilangan data atau uang.