Loading
Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (24/7/2025). (Antaranews)
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (24/7/2025), didorong oleh pelemahan dolar yang dipicu melemahnya data penjualan rumah di AS serta sentimen negosiasi tarif dagang antara AS dan Uni Eropa (UE).
Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, menjelaskan bahwa tekanan terhadap dolar AS datang dari laporan penjualan rumah di Negeri Paman Sam yang turun ke titik terendah dalam sembilan bulan terakhir.
"Rupiah menguat terhadap dolar AS yang tertekan karena data penjualan rumah yang turun ke level terendah dalam sembilan bulan," ujar Ariston di Jakarta.
Mengacu pada laporan Xinhua, penjualan rumah di AS pada Juni 2025 turun 2,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya, hanya mencapai 3,93 juta unit. Kondisi ini diduga kuat dipengaruhi oleh suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang masih tinggi, membuat banyak calon pembeli rumah memilih menunda pembelian.
Berdasarkan perhitungan National Association of Realtors, jika rata-rata suku bunga KPR turun menjadi 6 persen, diperkirakan akan ada tambahan 160 ribu penyewa yang beralih menjadi pembeli rumah pertama, sekaligus meningkatkan transaksi dari pemilik rumah yang sudah ada.
Namun hingga kini, suku bunga KPR di AS masih berada di kisaran 6,6 persen, sehingga dianggap terlalu mahal bagi sebagian besar masyarakat. Ariston menambahkan, faktor ketidakpastian ekonomi akibat tarif dagang yang diberlakukan oleh mantan Presiden Donald Trump turut memperburuk situasi, membuat konsumen cenderung menunda pembelian properti.
"Selain karena bunga KPR yang tinggi, masyarakat juga merasakan ketidakpastian ekonomi AS akibat kebijakan tarif Trump. Ini mendorong mereka untuk menunggu kemungkinan pemangkasan suku bunga lebih lanjut tahun ini," jelasnya.
Sementara itu, munculnya kabar potensi kesepakatan dagang antara AS dan Uni Eropa juga turut menekan dolar. Financial Times dan Bloomberg melaporkan bahwa kedua pihak tengah merundingkan penurunan tarif menjadi 15 persen, mengikuti pola kesepakatan AS–Jepang sebelumnya.
Di tengah tekanan terhadap dolar, rupiah berhasil menguat tipis. Pada penutupan perdagangan Kamis di Jakarta, nilai tukar rupiah naik 8 poin atau 0,05 persen ke level Rp16.295 per dolar AS, dari sebelumnya Rp16.303.
Penguatan juga tercermin dalam Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, yang naik ke level Rp16.283 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.298 dikutip Antara.