Wakil Ketua MPR: Buruh Harus Siap Hadapi Era Kecerdasan Buatan


 Wakil Ketua MPR: Buruh Harus Siap Hadapi Era Kecerdasan Buatan Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno saat diwawancarai di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (15/4/2026). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai bahwa komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap kesejahteraan buruh harus menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas serta keterampilan tenaga kerja Indonesia di tengah perkembangan teknologi.

Menurut Eddy, pekerja Indonesia perlu dipersiapkan menghadapi perubahan besar akibat digitalisasi, otomatisasi, hingga hadirnya kecerdasan buatan (AI) yang mengubah struktur dunia kerja secara global.

“Komitmen pemerintah terhadap pekerja Indonesia harus dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan segenap pekerja,” kata Eddy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (3/5/2026).

Ia menekankan bahwa persaingan Indonesia dengan negara lain dalam menarik investasi, khususnya di sektor industri dan manufaktur, menuntut peningkatan kemampuan tenaga kerja melalui program reskilling dan upskilling.

Eddy menjelaskan, kemampuan pekerja dalam menguasai teknologi menjadi faktor penting yang dapat menarik investasi berkualitas ke Indonesia. Sektor seperti pusat data (data center), semikonduktor, hingga industri hijau (green industries) membutuhkan tenaga kerja yang terampil dan adaptif terhadap teknologi.

“Investasi di sektor data center, semikonduktor, dan green industries membutuhkan tenaga kerja yang terampil, terdidik, dan menguasai teknologi, apalagi kita telah masuk ke era AI,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar Indonesia mampu bersaing di tingkat regional dalam merebut peluang investasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Di sisi lain, Eddy juga mengingatkan bahwa perubahan teknologi yang sangat cepat akan berdampak pada peta lapangan kerja di masa depan. Oleh karena itu, pekerja harus siap beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Menurutnya, pemerintah tidak dapat menjamin seluruh jenis pekerjaan yang ada saat ini akan tetap bertahan di masa depan. Namun, negara tetap berkewajiban memastikan pekerja mendapatkan dukungan, terutama dalam peningkatan kompetensi dan kesejahteraan.

“Saat ini yang bisa dijamin pemerintah adalah bahwa pekerja tidak akan ditinggalkan dan selalu mendapatkan perhatian, khususnya terhadap peningkatan kemampuan dan kesejahteraannya,” tutup Eddy.


Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Nasional Terbaru